Diskopdagin Pangandaran Pantau Fluktuasi Harga Cabai di Tiga Pasar
ferri amiril July 08, 2026 12:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Pangandaran mencatat perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Kalipucang, Pasar Pananjung, dan Pasar Parigi.

Berdasarkan laporan pemantauan harga per tanggal 6 Juli 2026, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok masih berada pada harga stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai, sementara ini masih mengalami fluktuasi harga.

Di Pasar Kalipucang, harga cabai keriting mengalami kenaikan dari Rp 42.000 menjadi Rp 44.000 per kilogram. 

Sementara di Pasar Parigi, cabai merah naik dari Rp 33.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram dan cabai hijau meningkat dari Rp 18.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram.

Sebaliknya, di Pasar Pananjung terjadi penurunan harga pada beberapa jenis cabai. Cabai keriting turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 38.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau turun dari Rp 25.000 menjadi Rpn23.000 per kilogram. 

Selain itu, harga telur ayam ras di Pasar Kalipucang turun dari Rp 25.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya seperti beras premium, beras medium, kedelai, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng hingga LPG 3 kilogram masih terpantau stabil di ketiga pasar itu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

"Secara umum harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran masih relatif stabil," ujar Tedi kepada Tribun melalui WhatsApp, Rabu (8/7/2026) pagi. 

Jadi, fluktuasi hanya terjadi pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai yang dipengaruhi pasokan dan kondisi cuaca. 

"Kami juga terus melakukan pemantauan agar stok tetap tersedia dan harga tetap terkendali," katanya.

Tentu, pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan para pedagang, distributor dan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan harga.

"Terutama, seperti kenaikan BBM kemarin yang berpotensi meningkatnya sejumlah harga kebutuhan pokok. Tapi, alhamdulilah sampai sekarang tidak terlalu signifikan," ucap Tedi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.