Mengapa Gol Kedua Mesir ke Gawang Argentina Dianulir oleh VAR di Babak 16 Besar Piala Dunia?
Rina Kusumawati July 08, 2026 04:32 PM

Mesir secara kontroversial harus melihat gol kedua mereka ke gawang Argentina dianulir oleh VAR dalam laga menegangkan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Tim nonunggulan Mesir lebih dulu unggul 1-0 berkat sundulan Yasser Ibrahim di babak pertama, sebelum juara bertahan dunia Argentina semakin terkejut ketika penalti Lionel Messi berhasil digagalkan tak lama kemudian.

Tim asal Afrika itu tampak menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-58 dengan sebuah gol spektakuler, yang seolah menempatkan Argentina dalam situasi sulit untuk bangkit.

Mesir melancarkan serangan balik cepat melalui Haissem Hassan yang menggiring bola dari dekat area pertahanan sendiri sebelum mengoper kepada Mohamed Salah. Sang kapten kemudian memberikan umpan terobosan brilian kepada Mostafa Ziko.

Pemain berusia 29 tahun itu – yang memilih julukan Ziko sebagai penghormatan kepada legenda Brasil yang dikagumi ayahnya – berhasil lebih cepat dari kiper Emiliano Martinez dan menuntaskan peluang dengan tembakan keras.

Namun, setelah selebrasi penuh euforia, wasit dipanggil ke monitor di pinggir lapangan oleh VAR untuk meninjau kemungkinan pelanggaran dalam proses terciptanya gol tersebut.

Cuplikan tayangan ulang menunjukkan bahwa Marwan Attia menarik bek Argentina Lisandro Martinez sebelum juga menginjak kakinya, dan gol itu akhirnya dibatalkan.

Menariknya, Mesir benar-benar memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-68, kali ini Ziko kembali menjadi pencetak gol, dan kali ini gol tersebut disahkan. Salah memimpin serangan dengan menggiring bola ke depan, lalu mengoper ke arah Hassan setelah bola sempat membentur pemain lawan. Winger Oviedo itu kemudian melewati lawan dan mengirim umpan tarik yang disambar keras oleh Ziko.

Gol itu tampak akan membawa Mesir melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, namun Argentina menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit dan membalikkan keadaan.

Pertama, Cristian Romero menyamakan kedudukan dengan sundulan jarak dekat pada menit ke-79, sebelum Messi menebus kegagalannya di penalti empat menit kemudian. Ia memanfaatkan umpan pantul dari Martinez dengan tendangan setengah voli yang sempat ditepis kiper Mostafa Shobeir, namun bola tetap masuk setelah membentur mistar.

Drama berlanjut di akhir laga, dengan kedua tim berupaya keras untuk merebut tiket ke delapan besar, di mana Kolombia atau Swiss sudah menanti. Argentina akhirnya memastikan kemenangan di waktu tambahan ketika Lautaro Martinez mengirim umpan silang brilian ke tiang jauh yang disundul Enzo Fernandez menyeberangi gawang dan bersarang di pojok sisi berlawanan.

Pemain Mesir tampak marah karena meyakini ada pelanggaran di sisi lapangan mereka sebelum gol tersebut tercipta, namun wasit tetap mengesahkan gol itu dan Argentina pun mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.