JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Jude Bellingham, Declan Rice, dan lima pemain tim nasional Inggris lainnya menghadapi ancaman larangan tampil di semifinal Piala Dunia menjelang pertandingan perempat final melawan Norwegia di Miami. Pelatih Thomas Tuchel kini harus memutar otak menghadapi persoalan disiplin yang semakin rumit. Meskipun The Three Lions tengah percaya diri setelah kemenangan atas Meksiko, beberapa pemain kunci seperti Jude Bellingham dan Declan Rice hanya berjarak satu tekel salah waktu dari hukuman larangan bermain yang bisa berdampak besar.
Bellingham dan Rice berada di bawah tekanan
Bellingham dan Rice termasuk di antara pemain Inggris yang harus menjaga perilaku mereka saat menghadapi Norwegia pada hari Sabtu. The Three Lions memastikan tempat di perempat final setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, namun dampak dari laga tersebut membuat skuad mereka kini rentan terhadap ancaman sanksi lebih lanjut.
Dengan bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim, FIFA menetapkan periode tertentu di mana kartu kuning akan dihapus untuk mencegah pemain absen di final. Kartu kuning dihapus setelah fase grup dan akan dihapus kembali setelah perempat final, namun pemain yang mendapat kartu kuning di babak 32 besar atau 16 besar masih berisiko absen di semifinal jika mendapat kartu lagi.
Bintang The Three Lions di ambang sanksi
Rice masih diizinkan tampil melawan Norwegia meskipun menerima kartu kuning keduanya di turnamen ini pada menit pertama laga melawan Meksiko. Hal ini karena kartu kuning sebelumnya, yang didapat saat hasil imbang tanpa gol melawan Ghana, telah dihapus setelah fase grup berakhir. Namun, jika dia kembali mendapat kartu kuning pada hari Sabtu, ia akan menjalani larangan satu pertandingan otomatis di babak berikutnya.
Bellingham menghadapi situasi serupa. Bintang Real Madrid itu menerima kartu kuning saat kemenangan 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar. Jika dia kembali mendapat kartu di Miami, ia harus menyaksikan dari bangku cadangan apabila Inggris melaju ke semifinal. Bek Manchester City, Marc Guehi dan Nico O’Reilly, juga hanya berjarak satu kartu dari larangan tampil di semifinal, menambah kecemasan Tuchel dalam menentukan pilihan pemain.
Henderson dan Quansah absen
Situasi disiplin semakin rumit dengan absennya Jarell Quansah yang sudah dipastikan. Bek tersebut diusir keluar lapangan dalam kemenangan dramatis melawan Meksiko dan akan pasti absen saat melawan Norwegia.
Inggris juga tidak akan diperkuat gelandang berpengalaman Jordan Henderson, yang secara teknis masih memiliki catatan kartu kuning setelah mendapatkannya saat memprotes dari pinggir lapangan dalam laga melawan Meksiko. Namun, pemain Brentford itu juga tidak dapat tampil di perempat final karena cedera pergelangan tangan serius yang dideritanya dalam insiden tak terduga saat perayaan kemenangan atas Meksiko. Henderson tidak ikut bersama tim ke markas mereka di Kansas City dan tetap berada di Meksiko City bersama tim medis untuk menjalani perawatan lanjutan, membuat Inggris kekurangan opsi di lini tengah.
Tuchel menuntut konsistensi dari wasit
Pelatih Inggris tersebut secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dan ketidakjelasan dalam proses banding, terutama setelah intervensi administratif yang membuat pemain tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, dinyatakan bebas. Menyinggung kartu kuning awal yang diterima Rice dalam laga melawan Meksiko, Tuchel mengatakan: "Kami hanya ingin ada konsistensi dalam pengambilan keputusan. Jadi, apakah kartu kuning pada menit pertama untuk Declan Rice itu pantas... Menurut saya itu bukan kartu kuning. Apakah kami bisa mengajukan banding? Apakah Prancis juga bisa mencabut kartu kuning [Michael] Olise [melawan Paraguay] yang sebenarnya bukan pelanggaran berat?"
Pernyataan sang pelatih menyoroti ketegangan di dalam skuad Inggris saat mereka berusaha mencapai semifinal Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir. Dengan lima pemain yang berisiko terkena sanksi jika mendapat kartu lagi, Inggris harus menyeimbangkan agresivitas dengan kehati-hatian agar tidak kehilangan pemain-pemain penting di fase krusial turnamen ini.