Sosok Dody Hanggodo, Menteri PU yang Jadi Sorotan Akan Bawa Istri & Anak ke AS, Surat Dinas Bocor
Talitha Daren July 08, 2026 06:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjadi sorotan setelah muncul isu yang menyebut istri dan anaknya ikut dalam perjalanan dinas ke Amerika Serikat menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai beredarnya potongan surat dinas Kementerian PU terkait kunjungan ke Amerika Serikat.

Dalam dokumen yang beredar, tercantum nama istri Dody, Irma Hermawati, serta putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama.

Keberadaan nama keduanya di dalam surat itu kemudian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Surat tersebut diketahui ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto.

Menanggapi polemik yang berkembang, Apri membantah keras anggapan bahwa biaya perjalanan keluarga Menteri PU dibebankan kepada APBN.

Ia menegaskan bahwa anggaran negara tidak digunakan untuk membiayai keberangkatan anggota keluarga pejabat dalam perjalanan tersebut.

Menurutnya, apabila istri dan anak menteri ikut bepergian, seluruh biaya yang timbul akan ditanggung menggunakan dana pribadi.

Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial.

Kementerian PU pun memastikan tidak ada penggunaan APBN untuk membiayai perjalanan keluarga Menteri Dody Hanggodo ke Amerika Serikat.

Baca juga: Usai Apresiasi Warga Aceh Patungan Bangun Jembatan, Menteri PU Dody Hanggodo Boyong Anak Istri ke AS

Sosok Dody Hanggodo

Dody Hanggodo merupakan seorang insinyur dan pengusaha Indonesia kelahiran Mojokerto, Jawa Timur pada 7 Februari 1966. Usianya saat 60 tahun.

Ia dilantik menjadi Menteri Pekerjaan Umum dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024.

Dody Hanggodo merupakan ayah dari Aushaf Fajr Herdiansyah, seorang tokoh HIPMI Jawa Timur yang sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Nganjuk dalam Pemilihan Bupati Nganjuk 2024.

Dody menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan dasar di SD Rajawali Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kemudian ia pindah ke Temanggung, Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Temanggung.

Selanjutnya, Dody menempuh studi di SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Setelah lulus SMA, Dody melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia kemudian dinyatakan lulus dari Kampus Ganesha pada 1989 dengan gelar Sarjana Teknik Perminyakan.

Tiga tahun kemudian, ia berhasil meraih gelar Magister di bidang Petroleum Engineering dari University of Tulsa, Oklahuma, Amerika Serikat, 1992.

Baca juga: Tangis Darah di Aceh Tamiang! TKI dan Bayinya Pulang Tinggal Jasad Akibat Siksaan Kejam di Malaysia

MENTERI PU - Menteri PU, Dody Hanggodo hanya berterima kasih melihat aksi swadaya masyarakat untuk memperbaiki jalan dan Jembatan di Enang-enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
MENTERI PU - Menteri PU, Dody Hanggodo hanya berterima kasih melihat aksi swadaya masyarakat untuk memperbaiki jalan dan Jembatan di Enang-enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

Karir Doddy Hanggodo

Karier profesionalnya dimulai di industri perminyakan sebagai Petroleum Engineer di ASAMERA Oil Co. pada 1989-1990.

Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Oil Field Production Supervisor hingga 1995.

Dody juga pernah berkecimpung di sektor perbankan.

Pada 1993-1998, ia menjadi Assistant Vice President di Citibank N.A.

Ia kemudian menduduki kursi General Manager di Fajrindo Group pada 1999-2000.

Setelah itu, Dody memegang posisi sebagai Business Development Manager di dua perusahan.

Dua perusahaan itu yakni PT Tri Usaha Bhakti pada 2002-2004 dan PT Wahana Krida Mandiri pada 2004-2006.

Dirinya juga pernah menjabat sebagai Manager Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam-Nias Regional IV pada 2006-2007.

Karier Dody terus menanjak. Ia dipercaya mengisi kursi Executive Vice President Marketing & Business Development PT Dual Samudera Perkasa pada 2007-2011.

Selanjutnya, ia menjabat sebagai Director Commercial & Business Development di PT Indika Indonesia Resources pada 2011-2015.

Dody lantas berkarier sebagai Konsultan bisnis di PT Baramega Citra Mulia Persana, perusahaan pertambangan batubara.

Lalu, di PT Prima Alam Gemilang, perusahaan yang bergerak di industri gula.

Dirinya juga pernah menduduki posisi Komisaris di PT Pradiksi Gunatama Tbk, Kalimantan Timur pada 201702018.

Setelahnya, menjabat sebagai Komisari PT Senabangun Anekapertiwi, 2019-2020.

Ia kemudian dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pekerjaan umum pada 21 Oktober 2024.

Sejak menduduki jabatan di pemerintahan, Dody resmi terjun ke dunia politik dengan bergabung Partai Demokrat.

Ia dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demoktrat periode 2025-2030.

Di sisi lain, Dody juga terpilih menjadi Dewan Pembina Persatuan Insiyur Indonesia.

Baca juga: Usai Apresiasi Warga Aceh Patungan Bangun Jembatan, Menteri PU Dody Hanggodo Boyong Anak Istri ke AS

Diisukan Boyong Anak dan Istri ke AS, Sekjen Bantah

Ramai di media sosial unggahan potongan gambar surat dinas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke Amerika Serikat.

Hal yang menjadi sorotan adalah nama istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo, Irma Hermawati dan Aurellia Tsabitha Meidirama  yang juga tertera dalam surat tersebut.

Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto.

Menanggapi hal tersebut, Apri mengeklaim keterlibatan istri dan anak politikus Partai Demokrat itu tidak menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepeser pun.

"Perlu saya tegaskan di sini, untuk pembiayaan terhadap keluarga, itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang terjadi ada pemberangkatan dari anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi," kata Apri di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Apri menjelaskan bahwa pencantuman nama istri dan anak Dody dalam surat tersebut adalah untuk pengurusan visa ke Kementerian Luar Negeri.

"Terkait di dalam list itu ada anggota keluarga, itu memang di dalam komunikasi kami dengan Kementerian Luar Negeri dalam rangka pengurusan visa, itu sebaiknya memang dijadikan di dalam satu daftar," jelasnya.

Sementara terkait nama Irma Hermawati yang tertulis menggunakan paspor diplomatik, Apri mengatakan bahwa aturan memperbolehkan istri pejabat menerima kemudahan itu.

"Secara aturan, spouse dari pejabat yang dinas itu boleh menggunakan paspor diplomatik mengikuti suami," ungkapnya.

Namun, Apri kembali menegaskan bahwa tidak ada uang negara yang berasal dari pajak masyarakat yang digunakan untuk hal itu.

"Enggak pakai APBN," ucapnya.

(TribunTrends/Bangkapos.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.