TRIBUNSTYLE.COM - Kisah pilu yang dialami Fangfang, wanita yang mengaku sebagai istri siri Vicky Prasetyo, semakin menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya mengungkap dugaan penelantaran saat dirinya tengah mengandung sembilan bulan, Fangfang kini membeberkan adanya dugaan intimidasi hingga perundungan yang diduga berasal dari pihak keluarga sang "Gladiator".
Dugaan perlakuan tidak menyenangkan tersebut disampaikan Fangfang saat hadir bersama kuasa hukumnya, Vino.
Dalam kesempatan itu, ia memperlihatkan sejumlah bukti berupa pesan langsung atau Direct Message (DM) Instagram yang disebut diterimanya dari akun yang diduga berkaitan dengan keluarga Vicky Prasetyo.
Pesan bernada kasar itu, menurut Fangfang, masih terus berdatangan bahkan ketika dirinya tengah berusaha mengungkap permasalahan yang dialaminya ke publik.
Baca juga: Awal Mula Perkenalan Fangfang dan Vicky Prasetyo, Luluh Karena Janji Manis Kini Ngemis Nafkah
Fangfang mengungkapkan bahwa dirinya menerima kalimat yang dinilai merendahkan dari sebuah akun Instagram yang diduga milik adik atau kerabat dekat Vicky Prasetyo.
Ia pun menunjukkan isi pesan tersebut kepada awak media sebagai bukti atas dugaan intimidasi yang dialaminya.
"Ada pesan masuk jam 11:32 tadi. Isinya: 'Heh ada masalah apa sih lo nulis di caption kayak gitu? Makanya lo jadi perempuan biar mahal, manusia murah lo'," ujar Fangfang saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Tak hanya satu pesan, Fangfang menyebut masih ada kalimat lain yang menurutnya menyerang kehormatan dan harga dirinya sebagai seorang perempuan.
Kondisi tersebut dirasakan semakin berat karena terjadi ketika dirinya tengah menghadapi masa kehamilan sembilan bulan.
Fangfang bersama kuasa hukumnya kemudian membawa bukti-bukti tersebut untuk menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapinya bukan hanya terkait dugaan penelantaran, tetapi juga tekanan secara verbal yang ia klaim diterima dari pihak tertentu.
"Haus banget validasi ya? Nih gue kasih tahu, jadi perempuan itu harus bisa jaga kemaluan lo sendiri. Drama banget hidup lo, anggur sih, nggak punya apa-apa juga," lanjutnya menirukan isi pesan tersebut.
Penasihat hukum Fangfang, Vino, menyayangkan sikap lingkaran terdekat Vicky yang justru memperkeruh suasana di tengah kondisi kliennya yang sedang kritis secara fisik dan mental. Saat ini, Fangfang diketahui sudah mengalami pembukaan satu dan sedang bersiap untuk persalinan.
"Sudah diterlantarkan, tidak dibiayai, minta uang makan 500 ribu saja susah dan harus mengemis, sekarang ditambah lagi diperlakukan dan dikata-katain seperti ini. Ini sangat kejam bagi seorang ibu yang mau melahirkan," tegas Vino.
Vino menambahkan bahwa tekanan mental dari intimidasi ini membuat kliennya sempat takut untuk bersuara (speak up) ke publik karena merasa terancam secara posisi sosial maupun keamanan.
Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
Melihat adanya unsur penghinaan dan ujaran kebencian yang nyata, tim hukum Fangfang menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana melaporkan pemilik akun Instagram tersebut ke pihak kepolisian.
"Saya sudah mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum. Ini ada konstruksi pidananya, ada ujaran kebencian dan intimidasi. Kami akan masukkan laporan ke Polres terdekat setelah klien saya kembali ke Pati dan menyelesaikan persalinannya," jelas Vino.
Vino juga menghimbau kepada pihak Vicky Prasetyo untuk setidaknya menertibkan orang-orang di lingkungannya agar tidak melakukan perundungan terhadap wanita yang tengah mengandung anak dari darah dagingnya sendiri.
Meski mendapat serangan verbal yang menyakitkan, Fangfang mengaku mencoba tetap tegar demi janin yang ada di kandungannya. Ia menegaskan bahwa keberaniannya muncul ke publik adalah untuk menuntut hak anaknya, bukan untuk mencari keributan.
"Saya harus menjaga kewarasan saya karena ada nyawa di dalam perut saya. Saya tidak mau ada 'Fangfang' lain di luar sana yang mengalami hal yang sama, sudah tidak diakui, ditelantarkan, lalu dihina-hina seperti ini," tutup Fangfang.
Hingga saat ini, pihak Vicky Prasetyo belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan penelantaran maupun dugaan intimidasi yang dilakukan oleh anggota keluarganya tersebut.