Solusi Macet Distribusi BBM, Pemprov Sumbar Siapkan Jembatan Darurat Tambahan di Bungus
Rahmadi July 08, 2026 06:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah mengkaji pembangunan satu jembatan darurat tambahan di kawasan Simpang Empat Bungus sebagai upaya mengurangi kemacetan yang menghambat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai daerah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, mengatakan penambahan jembatan darurat menjadi salah satu solusi yang sedang dipersiapkan bersama instansi terkait.

"Kami sudah melihat berbagai upaya rekayasa di lokasi perbaikan jembatan. Salah satunya kemungkinan menambah satu jembatan darurat lagi," kata Helmi Heriyanto kepada TribunPadang.com, Rabu (8/7/2026).

Menurut Helmi, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terkendala persoalan lahan di sekitar lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan, terdapat rumah warga dan bengkel yang berada di dua sisi jembatan sehingga pemerintah masih melakukan pendekatan kepada pemilik lahan.

Baca juga: Distribusi BBM Sumbar Dikebut, Terminal Teluk Kabung Beroperasi 24 Jam untuk Urai Antrean SPBU

"Sampai sekarang masih terkendala lahan. Ada rumah masyarakat dan bengkel yang berada di sekitar lokasi. Mudah-mudahan bisa kita komunikasikan agar penambahan jembatan darurat dapat dilakukan," ujarnya.

Selain menyiapkan rekayasa teknis, Pemprov Sumbar juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), serta aparat kepolisian untuk memperlancar arus kendaraan di kawasan Bungus.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga terus diterapkan di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti Simpang Empat Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai.

Menurut Helmi, petugas kepolisian hampir setiap hari berada di lapangan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang berdampak terhadap distribusi BBM.

"Kita juga terus mencari alternatif lain untuk mengurangi kemacetan di Simpang Empat Bungus. Teman-teman di lalu lintas bekerja siang dan malam melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk di Sitinjau Lauik dan Lembah Anai," katanya.

Helmi menjelaskan, kemacetan di tiga titik tersebut menyebabkan mobil tangki BBM terlambat mencapai SPBU sehingga waktu pengisian kembali stok ikut bergeser. Kondisi itu kemudian memicu antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM sehingga pelayanan di SPBU kembali berjalan lancar.

ANTREAN PANJANG BBM -  Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, memberikan keterangan kepada  TribunPadang, Rabu (8/7/2026). Helmi menjelaskan antrean panjang di hampir seluruh SPBU di Sumbar disebabkan keterlambatan distribusi BBM akibat kemacetan di Simpang Empat Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai.
ANTREAN PANJANG BBM - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, memberikan keterangan kepada TribunPadang, Rabu (8/7/2026). Helmi menjelaskan antrean panjang di hampir seluruh SPBU di Sumbar disebabkan keterlambatan distribusi BBM akibat kemacetan di Simpang Empat Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Baca juga: Truk Gagal Nanjak Sitinjau Lauik Picu Kemacetan, Tumpahan Solar Bikin Pengendara Melaju Pelan

Penyebab Antrean SPBU

Antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat kemacetan di tiga titik utama jalur distribusi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, saat diwawancarai TribunPadang.com, Rabu (8/7/2026).

Helmi mengatakan, kemacetan terjadi di Simpang Empat Bungus, kawasan Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai. 

Ketiga titik tersebut menjadi jalur utama mobil tangki pengangkut BBM dari dan menuju Terminal BBM Terpadu Teluk Kabung.

"Kalau kami melihat kondisi di lapangan, memang terjadi antrean yang begitu parah. Penyebabnya adalah akumulasi kemacetan di tiga titik jalur distribusi BBM," kata Helmi.

Baca juga: Bahayakan Pengendara, Dinas PUPR Dharmasraya Bongkar Lantai Jembatan Mamora yang Lapuk dan Berlubang

Menurutnya, penyebab pertama berasal dari pembangunan jembatan di Simpang Empat Bungus yang merupakan akses keluar-masuk menuju Terminal BBM Terpadu Teluk Kabung.

Akibatnya, mobil tangki yang hendak masuk untuk mengisi BBM maupun yang telah selesai mengisi mengalami antrean panjang hingga mencapai tiga sampai empat kilometer.

"Kendaraan menuju terminal terhalang, begitu juga mobil tangki yang sudah mengisi BBM tidak bisa keluar. Antreannya bisa sampai tiga hingga empat kilometer dan kendaraan bisa tertahan dua sampai tiga jam," ujarnya.

Selain Bungus, mobil tangki juga terhambat saat melintasi Sitinjau Lauik yang hampir setiap hari mengalami kemacetan.

Helmi menyebut kemacetan terparah terjadi pada Minggu (28/6/2026), bahkan kendaraan dilaporkan terjebak selama lima hingga tujuh jam. 

Baca juga: Update Harga Sawit Hari Ini di Dharmasraya 8 Juli 2026, Tertinggi Capai Rp 3.810 per Kg

Beberapa laporan bahkan menyebut kemacetan mencapai sekitar 13 jam.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Lembah Anai yang masih menjalani proses perbaikan pascabencana hidrometeorologi tahun lalu.

Menurut Helmi, pengerjaan pengaspalan jalan serta beberapa titik longsor membuat mobil tangki pengangkut BBM ikut terhambat saat melakukan distribusi maupun perjalanan kembali menuju Terminal BBM Teluk Kabung.

Akumulasi kemacetan di tiga lokasi tersebut menyebabkan distribusi BBM ke SPBU mengalami keterlambatan hingga dua sampai tiga jam dari jadwal normal.

Ia mencontohkan, jika biasanya pasokan BBM tiba di sebuah SPBU pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, kini pengiriman bisa bergeser hingga malam hari.

"Misalnya di SPBU Khatib, yang biasanya BBM datang pagi hari, sekarang bisa bergeser menjadi sekitar pukul sembilan malam. Inilah yang menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama di SPBU sehingga antrean menjadi panjang," jelasnya.

Baca juga: Dwi Soetjipto Paparkan Kepemimpinan Strategis di PT Semen Padang, Soroti Transformasi Industri

Helmi menegaskan, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan berkurangnya stok BBM, melainkan karena keterlambatan pengisian kembali stok di SPBU akibat hambatan distribusi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pertamina, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), pemerintah daerah, serta aparat kepolisian telah melakukan sejumlah langkah pemulihan sejak 25 Juni 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoperasikan Terminal BBM Terpadu Teluk Kabung selama 24 jam agar pelayanan pengisian mobil tangki dapat berlangsung tanpa henti.

Selain itu, mobil tangki BBM diprioritaskan melintasi jembatan darurat di Bungus pada pukul 00.00 hingga 05.00 WIB, saat arus kendaraan relatif sepi, dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

Pemprov juga meminta Terminal BBM Teluk Kabung memfokuskan distribusi hanya untuk kebutuhan Sumatera Barat. 

Baca juga: Hari Ke-4 Pencarian Bocah 3,5 Tahun di Pasaman, Tim SAR Sisir Sungai hingga 3 Kilometer

Sementara pasokan BBM untuk Provinsi Bengkulu dialihkan ke terminal lain agar distribusi di Sumbar lebih optimal.

"Kami bersama Pertamina terus melakukan upaya pemulihan agar kondisi antrean kembali normal," kata Helmi.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengkaji rekayasa teknis dengan menambah satu jembatan darurat di kawasan Bungus. Namun, rencana tersebut masih terkendala pembebasan lahan karena terdapat rumah warga dan bengkel di sekitar lokasi.

Selain rekayasa teknis, kepolisian juga terus melakukan rekayasa lalu lintas di Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai untuk mengurangi kemacetan yang berdampak terhadap distribusi BBM di Sumatera Barat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.