Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi merekomendasikan smoothie dengan kandungan protein, serat, lemak sehat, serta buah dan sayuran sebagai pilihan minuman pada pagi hari untuk membantu mendukung metabolisme tubuh.
Dikutip dari laman Eating Well pada Rabu, ahli gizi Amanda Sauceda mengatakan tubuh tetap menggunakan energi selama tidur sehingga membutuhkan asupan nutrisi saat memulai hari.
"Memulai hari dengan makanan yang mendukung metabolisme seperti mengisi bahan bakar mobil sebelum melakukan perjalanan jauh," kata Sauceda.
Menurut para ahli, smoothie yang seimbang bukan sekadar berisi buah, tetapi juga perlu mengandung sumber protein, serat, dan lemak sehat agar dapat memberikan energi yang lebih stabil.
Protein dinilai penting karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna zat gizi tersebut dibandingkan karbohidrat maupun lemak. Asupan protein yang cukup juga membantu mempertahankan massa otot, yang berperan dalam menjaga laju metabolisme saat tubuh beristirahat.
Ahli gizi Patricia Kolesa menyarankan asupan protein sekitar 25 hingga 35 gram setiap kali makan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, antara lain, dari susu, yogurt Yunani, atau selai kacang yang ditambahkan ke dalam smoothie.
Selain protein, kandungan serat dari buah beri, alpukat, biji chia, biji rami, maupun sayuran hijau membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga kadar gula darah lebih stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Ahli gizi Violeta Morris mengatakan kombinasi protein, serat, dan lemak sehat dalam smoothie membantu mencegah lonjakan maupun penurunan gula darah yang terlalu cepat sehingga energi tubuh tetap terjaga.
Para ahli juga mengingatkan bahwa metabolisme tidak hanya dipengaruhi oleh makanan. Aktivitas fisik, terutama latihan kekuatan, tidur yang cukup, hidrasi yang baik, pengelolaan stres, dan pola makan yang seimbang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan metabolisme.





