BANGKAPOS.COM - Pertandingan bertajuk rematch semifinal edisi lalu akan tersaji di babak perempat final (8 besar) Piala Dunia 2026.
Raksasa Eropa, Prancis, akan kembali berhadapan dengan kekuatan utama Afrika, Maroko, demi memperebutkan tiket ke semifinal pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB (dini hari).
Berikut adalah analisis mendalam mengenai head-to-head, perkiraan susunan pemain, serta prediksi skor pertandingan.
Baca juga: Bagan Lengkap 8 Besar Menuju Final, Catat Jam Tayang dan Jalur Pertandingannya
Pertemuan kedua tim selalu sarat emosi dan sejarah kedekatan sosiokultural yang kental. Di atas lapangan hijau, Prancis memegang keunggulan, namun Maroko telah membuktikan bahwa mereka mampu merepotkan barisan elit dunia dengan organisasi permainan yang luar biasa.
Rekor Pertemuan Terakhir:
15/12/2022: Prancis 2 – 0 Maroko (Piala Dunia 2022 - Semifinal)
16/11/2007: Prancis 2 – 2 Maroko (Persahabatan Internasional)
Meskipun Prancis memenangkan duel krusial di Qatar, Maroko saat ini memiliki kematangan taktis dan kedalaman skuad yang jauh lebih stabil untuk membalas kekalahan tersebut.
Didier Deschamps diprediksi akan mengandalkan serangan cepat melalui sektor sayap, sementara Walid Regragui tetap setia dengan pendekatan defensif yang solid dibarengi transisi vertikal yang mematikan.
Prancis (4-2-3-1)
Kiper: Mike Maignan
Bek: Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, Theo Hernandez
Gelandang Bertahan: Aurélien Tchouaméni, Eduardo Camavinga
Gelandang Serang: Ousmane Dembélé, Antoine Griezmann, Bradley Barcola
Penyerang: Kylian Mbappé
Pelatih: Didier Deschamps
Maroko (4-3-3)
Kiper: Yassine Bounou
Bek: Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Romain Saïss, Noussair Mazraoui
Gelandang: Sofyan Amrabat, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss
Penyerang: Hakim Ziyech, Amine Adli, Youssef En-Nesyri
Pelatih: Walid Regragui
Prancis (Les Bleus) datang dengan status unggulan utama. Dinamo serangan mereka akan bertumpu pada kreativitas Antoine Griezmann di lini tengah untuk membelah lini pertahanan lawan, serta kecepatan luar biasa Kylian Mbappé. Kehadiran bek tangguh seperti William Saliba juga menjadi jaminan kokohnya benteng pertahanan Prancis dari ancaman serangan udara.
Di pihak lawan, Maroko (Singa Atlas) adalah pakar dalam merusak kenyamanan tim-tim agresif. Di bawah komando gelandang jangkar Sofyan Amrabat, Maroko akan menutup rapat area tengah lapangan. Duel paling menarik dipastikan terjadi di sisi sayap, di mana Achraf Hakimi akan berhadapan langsung dengan rekan setimnya di level klub, Kylian Mbappé, dalam adu kecepatan transisi.
Prediksi Skor Akhir: Prancis 1 – 0 Maroko
Cetak gol melalui titik putih saat melawan Paraguay, jadi alarm bagi lini serang Prancis dalam mengarungi babak penyisihan Piala Dunia 2026.
Namun meskipin gol yang dicetak Kylian Mbappe pada menit 69 tersebut, berhasil mengkandaskan perjuangan Paraguay di babak 16 besar pada Minggu (5/7/2026) lalu.
Meski gol tetap gol, namun gol dari titik putih bagi tim bertabur bintang seperti Prancis jadi tanda tanya terhadap agresivitas lini serang.
Sempat digadang-gadang memiliki lini serang mematikan, namun pertandingan melawan Paraguay menjadi bukti adanya strategi yang mampu meredam keganasan Kylian Mbappe cs.
Sebelumnya tim nasional Prancis tampil luar biasa di Piala Dunia 2026, usai telah memastikan tempat di babak perempat final. Hingga babak 16 besar selesai, tim asuhan Didier Deschamps mencatatkan rekor sempurna dengan menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.
Total 14 gol pun berhasil dicetak, termasuk tujuh diantaranya dibukukan oleh Kylian Mbappe yang kini sedang berada di persaingan top skor Piala Dunia 2026.
"Kalau kita flashback di fase grup, Prancis sudah tancap gas dari awal. Nah, ini mulai Perancis sepertinya bahan bakarnya mulai mau habis. Lawan Paraguay tidak begitu dominan, memang ada beberapa kali Mbappe dapat peluang, namun tidak sempurna. Tidak seperti kelasnya Mbappe dalam melakukan finishing, kalau Mbappe dapat peluang," ujar pengamat sepak bola Lapril AS yang juga eks Pelatih PS Bangka, Selasa (7/7/2026).
Pada babak pertama Paraguay yang lolos secara mengejutkan setelah menyingkirkan Jerman, tampil dengan taktik sangat defensif.
Prancis mendominasi penguasaan bola hingga 76 persen, namun kesulitan menembus pertahanan berlapis La Albirroja.
Upaya Prancis di paruh pertama, hanya terbatas pada spekulasi tembakan jarak jauh yang tidak terlalu mengancam.
Selain itu dalam pertandingan tersebut, tak hanya disiplin bertahan namun taktik fisik juga menjadi sorotan yang dapat menahan gempuran Prancis.
"Melihat pertandingan Perancis Paraguay tidak terlepas dari suksesnya pelatih Paraguay, menerapkan strategi mereka bermain. Bagaimana mereka memperkuat pertahanan, blocking mereka di pertahanan bagus sekali. Makanya mereka memang cenderungnya lebih fokus ke pertahanan, sesekali melakukan counter attack," ucapnya.
Strategi 5-4-1 yang dimainkan Paraguay, dengan menyisakan satu pemain di depan cukup ampuh menahan Prancis mencetak dari situasi open play.
"Dembele itu dimatikan, bagaimana tendangannya ke arah gawang. Jadi terlepas penampilan Prancis, strategi Paraguay berhasil dilakukan dengan baik," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Evan Saputra)