Heboh Bangunan KMP di Kaki Gunung Tanggamus, Ini Penjelasan Aparat Pekon
Noval Andriansyah July 09, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Jagat media sosial dihebohkan dengan potongan rekaman video yang menarasikan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pekon (Desa) Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung, sengaja didirikan di lokasi terpencil di bawah kaki Gunung Tanggamus.

Baca juga: Utang Rp14 Juta, Karyawati Koperasi Disekap Bosnya, Selamat Berkat Call Center 110

Sudut pengambilan gambar yang ekstrem itu pun langsung memantik kegaduhan dan beragam spekulasi miring dari warganet.

Merespons bola liar digital tersebut, aparat pemerintahan pekon setempat bersama jajaran TNI dari Kodam XXI/Radin Inten langsung turun tangan ke lapangan guna meluruskan informasi yang telanjur menyimpang.

Pihak otoritas menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh pembuat konten tersebut adalah hoaks dan manipulasi sudut pandang kamera semata.

Kepala Pekon Sidokaton, Indrio Basuki, angkat bicara untuk menepis isu miring tersebut secara gamblang. Indrio menyatakan bahwa proyek gedung koperasi ini berdiri di atas tanah yang strategis dan berada tepat di tengah-tengah urat nadi pemukiman warga, bukan di tengah hutan belantara kaki gunung yang sepi.

"Kami mau mengklarifikasi bahwa video yang beredar luas di akun TikTok dan Instagram, yang menyebut pembangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Sidokaton itu berada di bawah kaki Gunung Tanggamus, sama sekali tidak benar," tegas Indrio Basuki memberikan klarifikasi resmi, Rabu (8/7/2026).

Indrio menambahkan, penentuan lokasi pembangunan gedung ini bukanlah keputusan sepihak yang diambil secara asal-asalan oleh aparatur pekon.

Proyek ini merupakan buah manis dari kesepakatan bersama yang telah melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) resmi dan dihadiri oleh Badan Himpun Pemekonan (BHP), kepala dusun, serta tokoh masyarakat setempat.

Kapendam Sayangkan Kreator Konten yang Sengaja Cari Panggung

Senada dengan aparat pekon, Kepala Penerangan Kodam XXI/Radin Inten, Letkol Inf Ranoviandy Chairul, menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari pembuat konten tersebut. Demi mendongkrak popularitas akun pribadi, sang kreator tega mengorbankan reputasi program pembangunan daerah.

"Video yang beredar sengaja dibingkai (framing) dari sudut pandang yang ekstrem oleh pembuat konten guna mencari jumlah tayangan (views) dan keterikatan (engagement) yang tinggi di media sosial. Mereka tidak memikirkan bagaimana dampak opini publik negatif yang ditimbulkan terhadap program pembangunan di daerah," sesal Letkol Inf Ranoviandy.

Berdasarkan hasil pengecekan fisik oleh jajaran TNI di lapangan, letak bangunan koperasi tersebut nyatanya dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk yang padat.

Letkol Ranoviandy juga memastikan bahwa proyek fisik Koperasi Merah Putih ini sudah rampung 100 persen dan siap dioperasikan penuh untuk mendongkrak roda perekonomian warga Tanggamus.

Warga Ikut Buka Suara: Jarak ke Rumah Hanya 10 Meter

Kesaksian dari aparat dan TNI ini diperkuat oleh penuturan Supardi, warga lokal Pekon Sidokaton yang ikut memeras keringat membangun gedung tersebut dari nol. Supardi mengaku gerah lantaran kampung halamannya dicap sebagai kawasan terpencil dan terisolasi oleh netizen di media sosial.

"Mengenai adanya pembangunan Gedung Merah Putih di Desa Sidokaton ini, saya mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Gedung ini dibangun di tengah kampung, bukan di kawasan terpencil. Kalau netizen tidak percaya, silakan datang, jarak bangunan ini ke rumah warga di dekatnya hanya sekitar 10 meter saja," kata Supardi dengan nada kesal.

Supardi menjelaskan, hamparan hijau yang terlihat luas di samping bangunan dalam video viral tersebut bukanlah hutan kaki gunung yang tak terjamah, melainkan area perkebunan sayur aktif milik warga setempat. Ia berharap masyarakat luar tidak mudah teperdaya oleh potongan video berdurasi singkat yang sengaja dibuat demi kepentingan algoritma media sosial.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.