TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN – Dua kali gempa bumi mengguncang wilayah Pangandaran dini hari tadi.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,8 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.08.23 WIB.
Lokasi gempa berada di koordinat 8,07 Lintang Selatan dan 108,05 Bujur Timur, atau sekitar 64 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sementara itu, pusat gempa berada pada kedalaman 49 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi awal gempa ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
Baca juga: 406 KK di Pangandaran Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 15.000 Liter Air Bersih
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 3,7 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 01.53.52 WIB.
Lokasi gempa berada pada koordinat 9,44 Lintang Selatan dan 107,08 Bujur Timur, atau sekitar 247 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sementara itu, pusat gempa berada di kedalaman 14 kilometer.
BMKG menyampaikan informasi gempa tersebut melalui rilis awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangannya.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas kegempaan tersebut.(*)