Panggilan Mama Berubah Jadi Ibu, Ini Fakta-fakta Hilangnya Mozza Axillia Gunarsa Remaja Semarang
muh radlis July 09, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tepat satu tahun sejak dilaporkan hilang, keberadaan Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, masih belum diketahui.

Di balik pencarian yang tak pernah berhenti, keluarga terus berharap gadis yang sempat dinyatakan lolos sebagai calon mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) itu dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

Rasa haru masih menyelimuti keluarga Mozza. Sang ayah, Singgih (42), mengaku belum kehilangan harapan meski berbagai upaya pencarian telah dilakukan selama setahun terakhir bersama pihak kepolisian maupun secara mandiri.

Berdasarkan informasi orang hilang yang diterbitkan Polres Semarang pada 28 Juni 2025, Mozza dilaporkan meninggalkan rumah pada Rabu, 25 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum pergi, Mozza sempat mengirim pesan kepada kedua orang tuanya melalui aplikasi WhatsApp untuk berpamitan.

"Yah, kakak keluar sm mbak ayuk ke rmh tmn mbk ayu yang dikodam. Nganter laptop mau dipinjam teman mbk ayuk," tulis Mozza dalam pesan terakhirnya melalui WA.

Belakangan diketahui alasan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut keluarga, Mozza pergi seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 berwarna hitam bernomor polisi H 5344 ALC. Ia hanya membawa tas kecil dan mengenakan sandal berwarna krem.

Singgih mengatakan, kebiasaan putrinya selama ini selalu memberi kabar setiap kali bepergian sehingga kepergian Mozza saat itu terasa tidak biasa.

"Dia pamit baik-baik. Tapi ternyata dia pergi sendiri, tidak bawa laptop. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti itu.

Setiap kali keluar rumah, dia selalu mengirim foto ke saya," ungkap Singgih saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Plot Twist Kasus Penganiayaan Siswa SMA, Pelaku Ngaku Intel Polsek Semarang Barat Ternyata Relawan

 

Sempat Kirim Pesan kepada Teman

Keluarga mulai merasa khawatir ketika Mozza tidak kunjung kembali hingga malam hari.

Ponselnya masih sempat aktif menjelang waktu Magrib, namun setelah itu sudah tidak dapat dihubungi.

Menurut Singgih, salah seorang teman Mozza sempat menghubunginya melalui pesan singkat.

"Saat sore, teman bilang "kamu dimana dicariin ortu?" Mozza bilang "Mau ke Jogja tiga hari jangan bilang ibu".

Padahal Mozza kalau memanggil itu Mama bukan ibu. Tapi, kita tidak tahu kalau bahasa dengan teman bagaimana, mungkin berbeda," jelas Singgih.

Dua hari sebelum menghilang, Mozza juga sempat meminta izin kepada ayahnya untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Namun, rencana tersebut diminta ditunda karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.

 

Sejumlah Barang Milik Mozza Ditemukan

Beberapa bulan setelah laporan orang hilang dibuat, keluarga sempat memperoleh informasi mengenai penemuan sejumlah barang milik Mozza di lokasi berbeda di Kota Semarang.

Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik Mozza ditemukan seorang tukang becak di kawasan Jalan Dr. Cipto.

Selain itu, telepon genggam milik Mozza ditemukan aparat kepolisian di kawasan Kota Lama Semarang dan diketahui telah berpindah tangan.

"Penemu ponsel tidak ada hubungannya dengan hilangnya anak saya," katanya.

Singgih juga berupaya menelusuri jejak digital putrinya.

Ia menemukan sebuah akun Instagram yang diketahui sering berkomunikasi dengan Mozza.

Berdasarkan percakapan tersebut, Mozza disebut pernah mendatangi sebuah rumah kos di kawasan Tegalsari, Kota Semarang.

Namun, saat lokasi itu didatangi, pemilik rumah kos mengaku tidak mengenal nama yang dimaksud.

 

Pencarian Dilakukan hingga Luar Kota

Selama setahun terakhir, keluarga terus mencari berbagai petunjuk mengenai keberadaan Mozza.

Bersama jajaran Polres Semarang, Singgih sempat mendatangi Kabupaten Jombang, Jawa Timur, setelah nomor telepon lama Mozza terdeteksi aktif.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan nomor tersebut ternyata telah didaur ulang oleh operator seluler dan digunakan orang lain.

"Saya sampaikan ke Polres. Kami cari bersama. Ternyata nomor itu dipakai orang lain. Cuma, data mozza masih nempel," jelasnya.

Informasi lain yang beredar melalui media sosial juga terus ditindaklanjuti.

Keluarga sempat mendatangi Indramayu setelah menerima kabar adanya remaja yang memiliki ciri-ciri mirip Mozza. Hasilnya tidak sesuai harapan.

Pencarian serupa juga dilakukan ke Solo setelah muncul informasi baru dari media sosial.

"Saya ke Solo juga tidak ada hasilnya," tambahnya.

Hilangnya Mozza memberikan dampak besar bagi keluarganya.

Singgih mengungkapkan sang istri sempat mengalami syok berat setelah putri sulung mereka dinyatakan hilang.

Sementara itu, adik Mozza yang kini duduk di bangku kelas V sekolah dasar disebut mengalami penurunan semangat belajar karena sangat dekat dengan kakaknya.

"Dia juga sangat dekat dengan adiknya, biasanya apa-apa dia yang mengajari adiknya belajar," kata Singgih dengan mata berkaca-kaca melihat kursi panjang tempat Mozza biasanya tiduran sambil bermain ponsel.

Meski waktu terus berjalan, keluarga tetap percaya Mozza masih dalam keadaan baik.

Harapan terbesar mereka adalah bisa berkumpul kembali sebagai keluarga dan melihat Mozza melanjutkan pendidikan di kampus impiannya.

Singgih mengungkapkan, putrinya belum sempat mengetahui bahwa dirinya telah diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro sekitar satu bulan sebelum dinyatakan hilang.

"Pulang Mozza. Kasihan adek dan mamanya, terutama orang tua. Kita kumpul bareng seperti dulu.

Mozza belum tahu kalau dia ketrima di Undip. Cita-citanya masuk Undip," ucapnya. (eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.