BPS Batang Kejar Target Sensus Ekonomi, Turunkan Puluhan Petugas Serbu Pasar, Datangi Rumah Warga
muslimah July 09, 2026 01:11 PM

BPS Batang Kejar Target Sensus Ekonomi, Turunkan Puluhan Petugas Serbu Pasar hingga Datangi Rumah Warga
 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) dengan strategi jemput bola. 

Tak hanya mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu, BPS juga menerjunkan puluhan petugas secara serentak untuk menyisir pusat-pusat aktivitas ekonomi, termasuk pasar tradisional.

Hingga awal Juli 2026, progres pencacahan SE26 di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen. 

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menuntaskan pendataan sebelum batas akhir pelaksanaan sensus pada 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Batang, Heni Djumadi, mengatakan, sensus tahun ini memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. 

Selain mendata seluruh aktivitas usaha, petugas juga mencatat karakteristik tempat tinggal sebagai bagian dari pengumpulan data sosial ekonomi masyarakat.

"Ini merupakan sensus paket lengkap. Jadi selain mendata usaha, kami juga mendata usaha rumah tangga dan karakteristik tempat tinggal seperti kondisi atap, lantai, hingga dinding rumah," kata Heni kepada Tribunjateng, Kamis (9/7/2026). 

Untuk mempercepat pencacahan, BPS menerapkan sejumlah inovasi di lapangan. 

Satu di antara melalui Geruduk Bersama di Pasar (GEMPAR), yakni pendataan massal di kawasan pasar dengan melibatkan petugas BPS dan mitra statistik dari tingkat kecamatan.

Dalam satu kegiatan GEMPAR, sebanyak 30 hingga 50 petugas diterjunkan secara bersamaan sehingga pendataan ratusan pedagang dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.

Selain menyasar pasar, BPS juga menerapkan metode NGIBAR (Pengisian Bareng) untuk kelompok pelaku usaha yang dapat mengisi data secara kolektif, baik melalui sistem daring maupun luring. 

Strategi ini sebelumnya telah diterapkan di kawasan KEK Industropolis Batang.

Sementara bagi perusahaan berskala besar, BPS menggunakan metode NGIDAM (Pengisian dengan Pendampingan).

Melalui pendekatan tersebut, petugas mendampingi langsung proses pengisian data agar informasi yang diberikan lebih lengkap dan sesuai dengan kondisi usaha.

Menurut Heni, strategi yang beragam tersebut dirancang agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan, sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

Ia menegaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mendorong investasi, memetakan potensi ekonomi daerah, hingga menyusun program pemberdayaan pelaku usaha.

Karena itu, Heni mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar saat proses pendataan berlangsung.

"Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Semakin akurat data yang kami peroleh, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.