TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PANGARAIAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul memastikan kebakaran lahan yang terdeteksi pada Rabu (8/7/2026) sudah padam. Total lahan yang terbakar sekitar 1 hektare lebih di dua lokasi.
"Setelah tim kita ke lokasi, dipastikan sudah padam," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohul, Zulhendri, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Boy Arta, Kamis (9/7/2026).
Tim yang diturunkan yakni Tim Reaksi Cepat sebanyak 3 orang. Kemudian 2 personel kepolisian.
Tim pertama ke lokasi di Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir. Di lokasi ini, luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare lebih.
"Kondisi lahan steking dan kondisi terakhir api sudah padam," katanya.
Tim juga turun ke lokasi kedua di desa tersebut. Namun, sesampainya di titik sesuai koordinat, ternyata tidak ada titik api.
" Tidak didapati adanya lahan di lokasi terbakar. Kemungkinan besar hanya bias dari danau yang ada di lokasi yang menimbulkan titik panas. Jadi, untuk lahan yang terbakar nihil," ujarnya.
Tim juga kembali ke lokasi yang ketiga di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah.
Di lokasi ini tim menemukan lahan yang sudah terbakar dengan luas sekitar 0,5 hektare.
Baca juga: Dani M Nursalam Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta dalam Perkara Korupsi
Baca juga: Target Tol Pekreng I Rampung 2026 Molor Jadi Februari 2027, HKI Sebut Faktor Pembebasan Lahan
"Kondisi lahan sudah padam dan sudah ditangani oleh pihak kepolisian," katanya.
"Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, ditemukan lahan terbakar dengan luas kurang lebih -+1 hektare dan 0,5 hektare. Kondisi saat ini, api telah berhasil dipadamkan. Jenis tanah pada lokasi tersebut merupakan tanah mineral, tambahnya.
Sebenarnya, ada 4 titik hotspot yang ditemukan pada Rabu (8/7/2026). Satu titik lagi berada di Kecamatan Rokan IV Koto.
Untuk hotspot di Kecamatan Rokan IV Koto, tidak akan didatangi tim. Sebab berdasarkan titiknya, lokasinya tersebut berada di hutan lindung yang berbatasan dengan Sumbar.
Lokasi tersebut sangat jauh dan susah dijangkau. Sehingga pihaknya akan memantau dalam waktu 1×24 jam ke depannya.
Biasanya, katanya, bila memang ada titik api, diperkirakan akan padam sendiri. Sebab lokasinya di sana merupakan tanah mineral
"Tapi kalau tetap muncul, kita akan minta bantuan ke provinsi untuk menurunkan water bombing untuk memadamkan," katanya.
Sejauh ini, sejumlah wilayah Rohul sudah mengalami karhutla di beberapa kecamatan. Puluhan hektare lahan sudah terbakar. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)