TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Aliran listrik empat hari lalu di beberapa wilayah Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sempat padam 3 kali sehari.
Pemadaman tersebut terjadi di wilayah penyulang golf meliputi wilayah terdampak sebagian di Kecamatan Lubuklinggau.
Kini, pihak PLN Lubuklinggau sudah menyelesaikan perbaikan pada jaringan yang mengalami gangguan tersebut.
Manajer PLN UP3 Lubuklinggau, Moch Julnansyah Nugroho di hadapan wartawan menyampaikan bahwa saat ini kondisi jaringan listrik sudah kembali beroperasi normal.
"Kemarin sempat padam pada penyulang golf karena hewan cicak, sehingga membuat trouble (masalah) jaringan," kata Julnan kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Dia mengungkapkan alasan lampu di wilayah tersebut lama padam karena proses pencariannya memakan waktu lama.
Sebab petugas yang menyusuri jaringan tersebut sempat tidak menemukan adanya gangguan.
"Saat ditelusuri awal tidak ditemukan, akhirnya dilakukan pencarian lagi, ditemukan ada hewan cicak," ungkapnya.
Julnan mengungkapkan proses pemadaman ada dua, yakni terencana dalam rangka untuk pemeliharaan, kedua dalam rangka ada gangguan alam atau hewan.
"Kalau pemeliharaan itu sifatnya sudah terencana dan terjadwal, lalu yang kedua karena adanya trouble karena gangguan alam, seperti pohon tumbang dan hujan," ujarnya.
Sementara itu, Manajer ULP PLN Lubuklinggau, Achmat Meiledy menyampaikan untuk perkotaan sedikit sering padam, malahan kalau tengah kota ini banyak disebabkan oleh burung.
"Sementara wilayah Jukung Air Kati banyak disebabkan tanam tumbuh, kalau hewan masih bisa kita lakukan penghalang, karena tanam tumbuh itu pun sampai sekarang yang sudah kita tebang 240 batang dari berbagai batang," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Kemudian masyarakat harus tahu untuk wilayah Lubuklinggau sebenarnya bukan hanya sumbernya dari Linggau, tapi sebagian juga dari wilayah Musi Rawas.
Selain itu, terkait adanya pemadaman kadang bukan disengaja, melainkan memang sudah dijadwalkan.
"Pemadaman sekarang ada banyak sisi, ada dari Gardu Induk, kemudian transmisi dan ada juga kita melakukan perbaikan konstruksi," ungkapnya.
Menurutnya, bila diibaratkan kendaraan pasti butuh pemeliharaan dan itu harus segera dilaksanakan. Karena sebisa mungkin potensi yang akan menimbulkan gangguan langsung akan dikerjakan.
"Kalau mau dikerjakan banyak, tapi kita kerjanya skala prioritas, mana yang waktu pemeliharaan sudah sangat mengganggu itu kita dahulukan," bebernya.
Sementara untuk pengerjaan itu bukan sengaja dilakukan berkali-kali, tapi maunya dalam sekali kerja sudah selesai, dan durasinya pun maksimal 6-8 jam itu untuk waktu pemeliharaan terlama.
"Untuk pelanggan harap maklum ya, kalau sedang pemeliharaan, kecuali malam Minggu kemarin ada gangguan hujan petir. Ada pohon roboh di beberapa titik," ujarnya.
Lanjutnya, ketika sehabis dikerjakan juga harus dilakukan pengecekan ulang, misalkan ketika tidak ada gangguan lagi baru akan dinormalkan.
"Gangguan itu di luar prediksi kita, intinya dalam pengerjaan dilakukan percepatan dan masyarakat Lubuklinggau sekarang mulai banyak mengerti. Mereka menghubungi saya, saya jelaskan mereka bilang, 'Oh, ya, Pak,' saya jelaskan ada pohon roboh," ungkapnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com