SRIPOKU.COM - Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, kesibukan para tenaga pendidik di seluruh penjuru tanah air mulai meningkat pesat.
Selain menyiapkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Alokasi Waktu Efektif, satu dokumen administrasi wajib yang paling menyedot perhatian para guru dalam Kurikulum Merdeka adalah Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Di antara sekian banyak pilihan, Tema Gaya Hidup Berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama bagi mayoritas sekolah dasar (SD).
Baca juga: Contoh Kegiatan MPLS Ramah Jenjang SD Tahun Ajaran 2026/2027, Kegiatan Format 5 Hari
Tema ini dinilai sangat efektif karena langsung melatih kepekaan ekologis anak terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka, seperti masalah penumpukan sampah kemasan makanan di area sekolah.
Bagi Bapak dan Ibu guru khususnya pemangku kelas 5 dan 6 SD (Fase C) yang enggan repot mengunduh file eksternal atau terjebak tautan kosong, berikut kami sajikan Modul P5 Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Format Teks Utuh.
Anda cukup menyalin (copy-paste) seluruh draf di bawah ini langsung ke Microsoft Word dan menyesuaikan identitas sekolah masing-masing.
PROFIL MODUL
DIMENSI, ELEMEN, DAN SUBELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA
| Dimensi Pancasila | Elemen | Subelemen | Target Capaian Akhir Fase C |
| Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, & Berakhlak Mulia | Akhlak Kepada Alam | Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi | Memahami konsep sebab-akibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi masalah lingkungan hidup di lingkungan sekitarnya. |
| Gotong Royong | Kolaborasi | Kerja Sama | Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok dalam menyelesaikan projek bersama. |
| Bernalar Kritis | Memperoleh dan memproses informasi | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi | Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber mengenai dampak sampah. |
ALUR DAN JADWAL AKTIVITAS PROJEK (TOTAL 126 JP)
TAHAP 1: PENGENALAN (Sosialisasi dan Pembentukan Konsep — 36 JP)
Kegiatan: Guru memutar video edukasi tentang dampak buruk mikroplastik bagi kesehatan samudera. Siswa diajak melakukan diskusi kelompok tentang perbedaan sifat sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Kegiatan: Guru membagikan lembar kerja esai sederhana untuk mengukur sejauh mana kepekaan awal siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah sebelum aksi dimulai.
TAHAP 2: KONTEKSTUALISASI (Melihat Masalah di Lingkungan Terdekat — 30 JP)
Kegiatan: Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok dibekali sarung tangan karet dan timbangan mini. Mereka mendatangi area kantin pasca-jam istirahat, lalu memilah dan menimbang berapa kilogram sampah gelas serta kantong plastik yang dihasilkan dalam satu hari.
Kegiatan: Kelompok berdiskusi membuat grafik batang di atas kertas manila yang menggambarkan volume sampah plastik harian sekolah. Perwakilan kelompok mempresentasikan temuannya: "Mengapa area kantin menyumbang plastik sekali pakai terbesar?"
TAHAP 3: AKSI (Implementasi Solusi Nyata — 40 JP)
Kegiatan: Siswa mengumpulkan botol plastik ukuran 600 ml bekas yang sudah dicuci bersih. Siswa membawa limbah sachet plastik bersih dari rumah (bungkus kopi/detergen), mengguntingnya menjadi bagian-bagian kecil, lalu memasukkannya ke dalam botol menggunakan tongkat kayu hingga botol menjadi padat dan keras (berat minimal 200 gram per botol).
Kegiatan: Botol-botol ecobrick yang sudah padat dikumpulkan. Siswa merekatkan botol-botol tersebut menggunakan lem silikon atau selotip besar hingga membentuk rangkaian modul bangku taman kecil atau meja santai untuk diletakkan di pojok baca kelas.
Kegiatan: Siswa membuat poster imbauan kreatif dari kardus bekas yang mengajak seluruh warga sekolah membawa wadah bekal dan botol minum sendiri (tumbler) guna mengurangi pembelian air minum kemasan.
TAHAP 4: REFLEKSI & TINDAK LANJUT (Evaluasi dan Penilaian — 20 JP)
Kegiatan: Sekolah mengadakan pameran mini hasil pemanfaatan sampah (meja/kursi ecobrick). Siswa mengisi lembar penilaian diri (self-assessment) mengenai perubahan perilaku mereka sendiri sebelum dan sesudah projek.
Kegiatan: Kelas membuat kesepakatan tertulis yang ditandatangani seluruh siswa di lembar komitmen dinding kelas: "Mulai hari ini, Kelas V/VI wajib meminimalkan sampah plastik pribadi."
INSTRUMEN ASESMEN PROJEK (RUBRIK PENILAIAN RAPOR P5)
Guru menggunakan rubrik di bawah ini untuk mengamati perkembangan karakter murid secara kualitatif selama seluruh fase projek berjalan.
Rubrik Evaluasi Dimensi Gotong Royong (Subelemen: Kerja Sama)
LEMBAR REFLEKSI SISWA (DIISI DI AKHIR PROJEK)
Nama Siswa: ......................................................
Kelas: ......................................................
1. Apa hal baru yang paling membuka pikiranmu tentang bahaya sampah plastik selama kegiatan projek ini?
Jawaban: .........................................................................................................
2. Apakah setelah projek ecobrick ini selesai kamu berkomitmen membawa botol minum sendiri dari rumah? Tuliskan alasanmu!
Jawaban: .........................................................................................................
3. Sebutkan 2 tindakan nyata yang sudah kamu tiru di rumah sebagai bukti nyata kamu menyayangi bumi!
Jawaban: .........................................................................................................
Modul P5 Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Fase C di atas dirancang secara sistematis dan utuh agar Bapak/Ibu guru terbebas dari kendala administrasi yang rumit di awal semester.
Dokumen di atas telah disesuaikan dengan regulasi instrumen capaian Kurikulum Merdeka terbaru untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Silakan salin bagian isi modul di atas ke pengolah kata (Word) di perangkat Anda, lalu modifikasi bagian konten lokal sesuai dengan kondisi nyata lingkungan sekolah Anda masing-masing.***