SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Asisten pelatih Sumsel United pada kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, Amirul Mukminin, mengakui Sumatera Selatan memiliki banyak talenta muda sepak bola yang berkualitas.
Mantan kapten Sriwijaya FC yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Sumsel itu mengungkapkan dirinya bersama sejumlah pelatih ditunjuk manajemen Sumsel United sebagai tim talent scouting untuk menjaring pemain-pemain muda potensial dari berbagai kelompok usia.
"Kami ditugaskan melihat pemain kelahiran 2010, 2011, dan 2012. Untuk pemain kelahiran 2011 dan 2012 sudah kami pantau melalui Piala Gubernur U-15, sedangkan pemain kelahiran 2010 dibuka melalui seleksi umum yang dipusatkan di Stadion Bumi Sriwijaya," kata Amirul Mukminin kepada Sripoku.com, Kamis (9/7/2026).
Menurut Amir, proses seleksi telah menghasilkan sejumlah nama yang dianggap layak setelah melalui diskusi dan penilaian bersama tim talent scouting.
"Nama-nama itulah yang sudah kami saring dan Alhamdulillah sudah kami dapatkan berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan tim talent scouting," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh data pemain tersebut telah diserahkan kepada Akademi Garuda sebagai bagian dari program pembinaan PSSI sekaligus menjadi database pemain muda Sumsel.
Keberadaan database tersebut akan memudahkan Sumsel United ketika membutuhkan pemain untuk Elite Pro Academy (EPA) U-18 pada musim berikutnya.
"Jadi kami tidak kesulitan lagi kalau nanti manajemen meminta persiapan EPA U-18. Kami sudah punya databasenya, tinggal memanggil pemain yang dibutuhkan," jelasnya.
Legenda Barito Putera itu menilai sistem pendataan pemain seperti ini merupakan langkah pembinaan yang tepat karena seluruh talenta muda Sumsel telah terpetakan sejak dini.
Amir juga melihat keberhasilan Sumsel United menjuarai Elite Pro Academy (EPA) U-19 musim 2025/2026 telah memberikan dampak positif terhadap semangat pemain-pemain muda di Sumsel.
Menurutnya, kini para pemain memiliki tujuan yang jelas untuk bisa menembus tim EPA Sumsel United.
"Mereka sekarang seperti punya harapan dan target. Mereka ingin menjadi pemain EPA. Itu sangat terlihat saat seleksi berlangsung," katanya.
Pelatih berlisensi AFC A kelahiran Palembang, 6 Agustus 1986 itu menambahkan, prestasi Sumsel United di EPA U-19 juga mulai mengubah pandangan daerah lain terhadap kualitas pemain asal Sumatera Selatan.
"Sejak Sumsel United juara EPA U-19, daerah lain mulai melihat bahwa pemain-pemain Sumsel ternyata berkualitas," ujarnya.
• Yayan Desak Sriwijaya FC Matangkan Persiapan Liga 3, Ingatkan Ancaman Sanksi Berat
Amir berharap ke depan Sumatera Selatan memiliki akademi sepak bola yang dikelola secara profesional sehingga proses pembinaan pemain berlangsung lebih maksimal.
"Kalau nanti Sumsel punya akademi sendiri, itu akan luar biasa. Anak-anak tinggal di asrama, latihan setiap hari, kebutuhan makan dijamin, sekolah juga dijamin. Itu sistem pembinaan yang sebenarnya," pungkasnya.