Polda Maluku Siapkan Panggung Nasional, 27 Tim E-Sport Berebut Tiket Kapolri Cup
Ode Alfin Risanto July 09, 2026 02:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dunia olahraga elektronik (e-sport) di Maluku menunjukkan perkembangan yang semakin pesat. 

Hal itu tercermin dari tingginya antusiasme peserta dalam ajang Kapolda Cup Road to Kapolri Cup E-Sports 2026 "Dream to Become", yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Sebanyak 27 tim terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku dipastikan akan bertarung memperebutkan tiket menuju Kapolri Cup E-Sports 2026 tingkat nasional.

Baca juga: Kasus Perselingkuhan 2 Oknum Guru di SBB, Satu Pelaku Dipecat Tapi Gaji Masih Cair Hingga Kini

Baca juga: Patrick Rahakbauw dan Gusye Manuhutu Dukung Kapolda Cup, Target Wakil Terbaik ke Jakarta

Turnamen ini tidak sekadar menjadi kompetisi permainan digital. Polda Maluku menjadikannya sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, serta membuka peluang atlet-atlet e-sport Maluku menembus panggung nasional.

Tingginya minat peserta terlihat sejak seleksi tingkat Polres. Sebanyak 80 tim mendaftarkan diri mengikuti kompetisi. 

Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan persyaratan usia 16 hingga 22 tahun, 77 tim dinyatakan memenuhi syarat, sementara tiga tim gugur karena tidak memenuhi ketentuan.

Dari seluruh peserta tersebut, hanya 27 tim juara yang berhasil mengamankan tempat di babak Kapolda Cup tingkat Polda.

Mereka merupakan wakil terbaik dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Polres Maluku Tengah, Kepulauan Tanimbar, Buru, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Tual, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya.

Sementara itu, Polres Maluku Tenggara dan Polres Buru Selatan belum menggelar turnamen tingkat Polres.

Babak penentuan akan berlangsung pada 14-15 Juli 2026 di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku. Tim terbaik nantinya akan menjadi wakil Provinsi Maluku pada Kapolri Cup E-Sports 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung 26-28 Juli 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta.

Ajang nasional tersebut memperebutkan total hadiah Rp500 juta dan menjadi panggung bagi atlet-atlet e-sport terbaik dari seluruh Indonesia.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengatakan Kapolri Cup E-Sports merupakan bentuk transformasi Polri dalam merespons perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kedekatan dengan generasi muda melalui kegiatan yang produktif.

"Kapolri Cup E-Sports 2026 'Dream to Become' merupakan program nasional yang bertujuan membangun karakter generasi muda melalui aktivitas digital yang positif, kompetitif, dan berprestasi. Polri ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakatnya sekaligus mencetak atlet e-sport yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," kata Rositah.

Menurutnya, penyelenggaraan Kapolda Cup membuktikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya kami isi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kapolda Cup menjadi ruang pembinaan generasi muda agar berkembang melalui olahraga digital yang sehat, menjunjung sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat berprestasi," ujarnya.

Rositah juga menilai tingginya jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa ekosistem e-sport di Maluku terus berkembang dan memiliki potensi besar.

"Sebanyak 80 tim mendaftar dan 77 tim dinyatakan lolos verifikasi. Dari jumlah tersebut, 27 tim terbaik kini siap bertanding pada Kapolda Cup tingkat Polda untuk memperebutkan kesempatan mewakili Maluku di Kapolri Cup tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa potensi atlet e-sport di Maluku sangat besar dan perlu terus dibina secara berkelanjutan," jelasnya.

Untuk memastikan kualitas penyelenggaraan, Polda Maluku menggandeng E-Sports Indonesia (ESI) Kota Ambon sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan kompetisi.

Ketua Umum ESI Kota Ambon, Patrick Rahakbauw, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menemukan bibit-bibit atlet e-sport terbaik dari Maluku.

"Kami mendukung penuh penyelenggaraan Kapolri Cup E-Sports 2026. Turnamen ini menjadi kesempatan emas untuk menjaring talenta-talenta terbaik Maluku sekaligus memperkuat pembinaan atlet e-sport secara berkelanjutan. Kami berharap wakil Maluku mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional," ujarnya.

Melalui Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026, Polda Maluku tidak hanya membuka jalur kompetisi menuju tingkat nasional, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan komunitas e-sport dalam menciptakan ekosistem olahraga digital yang sehat, kompetitif, dan berprestasi.

Turnamen ini diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet-atlet muda Maluku yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional, sekaligus membuktikan bahwa dunia e-sport kini menjadi salah satu ruang strategis untuk mencetak generasi unggul di era digital.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.