Inflasi Banggai Bergerak dari 0,07 Persen ke 0,79 Persen, Gubernur Minta Harga Terus Diperkuat
Fadhila Amalia July 09, 2026 04:24 PM

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut perkembangan inflasi di Kabupaten Banggai sepanjang semester pertama 2026 masih dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, ia meminta upaya pengendalian harga kebutuhan pokok terus diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Banggai di Lapangan Mirqan, Kawasan Halimun, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Kesaksian Satpam Kompleks soal Rumah Tempat Sita Emas 74 Kg di Sentul, Kondisinya Selalu Sepi

Menurut Anwar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Banggai terus memantau perkembangan inflasi setiap bulan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok.

"Setiap bulan kami bersama Bupati Banggai terus berupaya menjaga agar inflasi tidak naik, karena kalau naik harga bahan pokok menjadi sangat tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan, angka inflasi di Kabupaten Banggai bergerak dari 0,07 persen pada Januari 2026 menjadi 0,79 persen pada Mei 2026.

Meski mengalami kenaikan, Anwar Hafid menilai kondisi tersebut masih berada dalam batas yang terkendali.

Menurutnya, pengendalian inflasi harus terus menjadi perhatian seluruh pihak agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas harga kebutuhan pokok dapat dipertahankan.

Pada momentum peringatan HUT ke-66 Kabupaten Banggai, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, inflasi bulanan (month to month) di Luwuk pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,16 persen.

Baca juga: Data Rumah Rusak Berat Jadi Dasar Penyaluran Bantuan Pemerintah di Sigi

Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, ikan deho, ikan cakalang, bawang merah, ikan malalugis, dan beras. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.