Kuota Aman tapi Antrean Kendaraan di Seluruh SPBU Pagar Alam Justru Mengular
Yandi Triansyah July 09, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM — Pemandangan antrean kendaraan yang mengular panjang kini menjadi pemandangan setiap hari di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Antrean tidak hanya didominasi oleh kendaraan besar seperti truk dan fuso yang mengincar Bio Solar, tetapi juga kendaraan roda dua dan roda empat pengguna Pertalite hingga Pertamax.

Kondisi ini merata di sejumlah titik, mulai dari SPBU Karang Dalo, Simpang Manna, Pengandonan, hingga SPBU Air Perikan.

Bahkan, antrean di SPBU Karang Dalo kerap memicu kemacetan lalu lintas karena lokasinya yang berada tepat di jalur lintas keluar-masuk Kota Pagar Alam.

Meskipun antrean kian memanjang, pihak pengelola SPBU menegaskan bahwa tidak ada pengurangan pasokan BBM dari pihak Pertamina.

"Kalau pengurangan kuota sama sekali tidak ada, pasokan dari Pertamina masih normal. Untuk Bio Solar, kami menerima 16.000 liter setiap Senin dan Kamis, sedangkan hari lainnya selain Minggu sebanyak 8.000 liter," ujar Pengelola SPBU Simpang Manna, Epi, saat dikonfirmasi Kamis (9/7/2026).

Epi menambahkan, untuk pasokan Pertalite berkisar antara 8.000 hingga 16.000 liter per hari, bahkan terkadang mencapai 24.000 liter tergantung fluktuasi kebutuhan yang diajukan.

Ia menduga lonjakan antrean ini dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Pagar Alam.

Kondisi kelangkaan waktu ini dikeluhkan oleh para pengendara, khususnya pengguna Bio Solar yang harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan hanya untuk mengisi bahan bakar.

Rendi (45), salah seorang sopir angkutan warga Pagar Alam, mengaku terpaksa mengubah pola kerjanya demi mendapatkan jatah bahan bakar bersubsidi tersebut.

"Saya kadang sudah bersiap di SPBU sejak dini hari sebelum subuh. Kalau tidak standby paling depan dari awal, antrean langsung panjang dan saya harus membuang waktu berjam-jam mengantre," ungkap Rendi.

Hingga saat ini, belum ada solusi konkret di lapangan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengantre di sepanjang bahu jalan protokol Pagar Alam tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.