Fenomena Tahunan saat SPMB, Sejumlah SD Negeri di Tengah Kota Malang Sepi Peminat
Eko Darmoko July 09, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Fenomena kekurangan murid baru selalu menjadi persoalan tahunan yang kerap terjadi di Kota Malang.

Pada saat pelaksanaan pendaftaran sekolah baru atau yang dikenal dengan sebutan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027, masih ada SD Negeri di Kota Malang yang kekurangan murid.

Dari informasi yang diterima SURYAMALANG.COM dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, ada lebih dari 10 sekolah yang masih kekurangan murid baru.

Namun hal tersebut tak membuat Disdikbud Kota Malang langsung membuat kebijakan seperti melakukan peleburan sekolah yang kekurangan murid itu menjadi satu.

Istilahnya ialah merger, yang selalu menjadi topik pembahasan hangat, ketika ada sekolah yang kekurangan murid.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, kebijakan merger perlu dilakukan analisa terlebih dahulu.

Baca juga: Info Jalur Pemenuhan Kuota SPMB Dibuka Mulai 29 Juni, Peserta Diminta Manfaatkan Kesempatan Terakhir

"Tentu kami harus melihat dulu analisanya seperti apa, bisa saja kemungkinan nanti merger," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/7/2026).

Meskipun tidak menyebutkan sekolah mana saja yang masih kekurangan murid, namun Adhim memberikan bocoran kalau sekolah tersebut berada di tengah kota.

Banyaknya hunian yang kini bergeser di daerah pinggiran kota disinyalir, membuat sekolah-sekolah di tengah kota menjadi sepi peminat.

Belum lagi adanya tren sekolah swasta yang kini lebih banyak diminati oleh wali murid untuk menyekolahkan anaknya di sana.

Hal tersebut membuat fenomena kekurangan murid di SD Negeri selalu terulang di setiap tahunnya.

"Wilayahnya merata. Justru di tengah kota yang banyak. Karena kami melihat sekarang ini tengah kota bukan lagi sebuah wilayah hunian. Tetapi untuk fungsi lain."

"Wilayah hunian ada di pinggir-pinggiran kota, karena kebanyakan yang di tengah banyak kos-kosan," ungkapnya.

Baca juga: Komisi D DPRD Kota Malang Dorong Sistem Daring SPMB Tidak Merepotkan Orang Tua

Adhim menambahkan, bahwa fenomena kekurangan siswa di sekolah tak hanya terjadi di Kota Malang.

Tetapi juga terjadi di kota-kota besar lainnya.

"Ada beberapa yang memang kekurangan murid."

"Dalam artian ternyata secara nasional juga banyak SD negeri yang kekurangan murid, tidak hanya di Kota Malang saja."

"Karena mungkin banyaknya jumlah SD di kota-kota besar lainnya," ujarnya.

Seusai data di dapodik, seharusnya pagu setiap kelas harus diisi maksimal 28 murid.

Namun, masih ada sejumlah sekolah yang masih di bawah angka tersebut.

Untuk itu, Adhim mengimbau bagi sekolah yang masih kekurangan murid masih bisa untuk membuka pendaftaran melalui offline agar pagunya terpenuhi.

Utamanya bagi siswa-siswi yang berasal dari Kota Malang yang dianggap oleh Adhim masih cukup banyak peminatnya.

"Kami masih mengevaluasi. Karena banyak peminat dari luar Kota Malang juga. Itu nanti bisa untuk mengisi kekurangan yang ada," ucapnya.

Adhim menambahkan, selama proses SPMB berlangsung tidak banyak ditemui kendala.

Hanya saja, masih ada beberapa wali murid yang telat mendaftar, utamanya untuk jalur prestasi.

"Sejauh ini hampir tidak ada kendala. Tetapi beberapa masyarakat ada yang terlambat untuk mendaftar karena tidak melihat jadwal."

"Terlambat mendaftar melalui jalur prestasi," tandasnya.

Baca juga: Pendaftaran SPMB Online di Kabupaten Malang, Banyak yang Bingung Cara Daftar hingga Persyaratan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.