Kapal Pertamina Lolos dari Selat Hormuz, Pasokan Minyak Mentah ke Indonesia Dipastikan Aman
Wawan Akuba July 09, 2026 05:47 PM

TRIBUNGORONTALO.COM – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan distribusi minyak mentah menuju Indonesia tetap berlangsung di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kepastian itu menyusul keberhasilan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Keberhasilan tersebut melengkapi pelayaran MT Gamsunoro yang lebih dahulu meninggalkan kawasan Teluk Arab.

Dengan demikian, dua kapal milik PIS yang sempat tertahan sejak Maret 2026 kini telah kembali menjalankan operasionalnya.

Baca juga: Menangis Divonis Mati Usai Bunuh Satu Keluarga, Air Mata Ririn Tak Meluluhkan Hakim

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai.

Kapal itu kemudian berhasil melewati Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) dini hari.

"Setelah kapal Gamsunoro berhasil keluar lebih dulu, Pertamina Pride juga telah meninggalkan area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz. Dengan begitu, kedua kapal PIS yang sempat tertahan sejak Maret kini dapat kembali berlayar dan beroperasi secara normal," ujar Vega, Kamis (9/7/2026).

Pelayaran Didahului Analisis Risiko

PIS menyebut keputusan mengirim kapal melewati Selat Hormuz tidak dilakukan secara terburu-buru.

Perseroan terlebih dahulu melakukan penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi keamanan di kawasan, perlindungan asuransi, hingga kesiapan awak kapal.

Baca juga: Mabes TNI Buka Suara soal Penjagaan Rumah Febrie Adriansyah, Sebut Atas Permintaan Kejaksaan

Selama proses pelayaran berlangsung, pergerakan kapal juga dipantau tanpa henti melalui pusat krisis atau crisis center.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan di wilayah yang masih dipengaruhi konflik.

Vega turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pelayaran dapat berlangsung dengan aman.

Menuju Kilang Cilacap

Usai berhasil meninggalkan kawasan Teluk Arab, Pertamina Pride langsung melanjutkan pelayaran menuju Indonesia dengan mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan Kilang Cilacap.

Sebagai kapal bertipe VLCC, Pertamina Pride memiliki kapasitas angkut mencapai dua juta barel minyak mentah.

Armada tersebut menjadi salah satu penopang penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional.

Baca juga: KPK Ungkap Dugaan Isi Amplop yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, Ternyata Berisi Segini

"Seluruh awak kapal Pertamina Pride dalam keadaan aman dan selamat. Saat ini kapal melanjutkan pelayaran menuju Cilacap untuk mengirimkan minyak mentah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," kata Vega.

Berdasarkan estimasi perjalanan, kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada akhir Juli 2026 setelah menempuh pelayaran sekitar 15 hari.

Keberhasilan Pertamina Pride dan MT Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi kelangsungan distribusi minyak mentah ke kilang dalam negeri.

Pasokan energi nasional pun dipastikan tetap berjalan sesuai rencana meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih berfluktuasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.