TRIBUNNEWS.COM – Real Madrid kembali menunjukkan kecerdasan mereka di bursa transfer musim panas 2026.
Di tengah fokus publik terhadap perekrutan pemain baru, Los Blancos diam-diam telah mengumpulkan lebih dari €130 juta (sekitar Rp2,6 triliun) dari hasil penjualan pemain hingga klausul jual kembali.
Strategi yang diterapkan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali membuahkan hasil.
Alih-alih hanya mengandalkan penjualan pemain utama, Real Madrid konsisten mempertahankan hak ekonomi maupun klausul jual kembali terhadap sejumlah pemain muda yang dilepas.
Kebijakan tersebut kini menghasilkan pemasukan besar tanpa harus kehilangan kendali sepenuhnya atas aset-aset masa depan mereka.
Pemasukan terbesar Real Madrid musim panas ini berasal dari penjualan gelandang muda Nico Paz ke klub Serie A, Como.
Transfer tersebut bernilai €60 juta, menjadikannya sumber pendapatan terbesar Los Blancos pada bursa transfer kali ini, dikutip dari Madrid Universal.
Real Madrid juga meraup keuntungan dari kepindahan Victor Munoz dari Osasuna ke Liverpool.
Klub Premier League itu mengaktifkan klausul pelepasan sang pemain senilai €40 juta. Karena Real Madrid masih memiliki 50 persen hak ekonomi, mereka memperoleh sekitar €20 juta dari transaksi tersebut.
Sementara, striker muda Alvaro Rodriguez juga segera menyelesaikan kepindahan dari Elche ke Bournemouth.
Kesepakatan itu bernilai €30 juta, dengan Real Madrid menerima €12,5 juta di muka serta tambahan €2,5 juta melalui bonus berbasis performa.
Sementara itu, transfer permanen Alex Jimenez ke AC Milan turut menambah pemasukan sekitar €10 juta bagi klub ibu kota Spanyol tersebut.
Baca juga: Perbandingan Gaji Bernardo Silva dan Denzel Dumfries di Real Madrid
Model bisnis Real Madrid kembali terbukti efektif melalui transfer bek Mario Gila.
AC Milan dan Lazio mencapai kesepakatan transfer senilai €30 juta, sementara Real Madrid masih memiliki 50 persen hak kepemilikan atas pemain tersebut.
Dengan demikian, Los Blancos memperoleh tambahan €15 juta tanpa harus terlibat langsung dalam negosiasi transfer.
Keuntungan serupa juga datang dari Mario Martín, yang dipermanenkan Getafe setelah menjalani masa peminjaman.
Real Madrid menerima sekitar €3,5 juta dari penjualan 50 persen hak kepemilikan sang gelandang.
Di sisi lain, Fran Garcia dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Real Betis.
Transfer tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar €4 juta, sementara Real Madrid tetap mempertahankan 50 persen hak ekonomi sang bek kiri sehingga masih berpotensi memperoleh keuntungan pada transfer berikutnya.
Keberhasilan Real Madrid mengumpulkan lebih dari €130 juta dari penjualan pemain menunjukkan efektivitas strategi transfer yang dibangun Florentino Perez selama bertahun-tahun.
Dengan mempertahankan klausul jual kembali dan sebagian hak ekonomi pemain-pemain muda, Los Blancos mampu memperoleh pemasukan besar bahkan setelah para pemain tersebut berkembang di klub lain.
Berikut rincian pemasukan Real Madrid:
Di sisi lain, pengeluaran Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini terbilang cukup hemat. Los Blancos hanya menghabiskan sekitar €80 juta (sekitar Rp1,6 triliun) untuk mendatangkan Ibrahima Konate, Marc Cucurella, Denzel Dumfries, dan Bernardo Silva.
Nilai belanja tersebut tergolong kecil mengingat dua pemain, yakni Ibrahima Konate dan Bernardo Silva, direkrut secara gratis setelah kontrak mereka berakhir.
Sementara itu, Marc Cucurella menjadi pembelian termahal dengan nilai transfer €60 juta, sedangkan Denzel Dumfries didatangkan dengan biaya sekitar €20 juta.
Dengan begitu, Real Madrid masih untung €50 juta (sekitar Rp1 triliun) di bursa transfer musim panas 2026.
Cadangan dana tersebut memberi Real Madrid fleksibilitas yang lebih besar untuk mendatangkan pemain baru apabila muncul peluang sebelum jendela transfer musim panas 2026 ditutup.
(Tribunnews.com/Ali)