TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Setelah Pangandaran, Jawa Barat diguncang 5 kali gempa bumi terkini yang mengguncang Garut, Bandung dan Cimahi, Kamis (9/7/2026) siang hingga sore.
BMKG melaporkan gempa bumi terkini mengguncang Garut terjadi pada Kamis sore pukul 15.23 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,9.
Pusat gempa hari ini ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 121 Km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 30 Km.
Namun BMKG masih menyebutkan disclaimer atas informasi gempa bumi tersebut. Menurutnya, informasi gempa tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Info Gempa Mag:2.9, 09-Jul-2026 15:23:25 WIB, Lok: 8.17 LS - 107.37 BT, 121 km Barat Daya KAB-GARUT-JABAR, Kedlmn: 30 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (9/7/2026) sore.
Baca juga: 2 Kali Gempa Bumi Mengguncang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sebelumnya BMKG melaporkan gempa bumi terkini mengguncang Bandung terjadi pada Kamis siang pukul 12.50 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,1.
Pusat gempa hari ini ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 83 Km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 32 Km.
Namun BMKG masih menyebutkan disclaimer atas informasi gempa bumi tersebut. Menurutnya, informasi gempa tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Info Gempa Mag:2.1, 09-Jul-2026 12:50:28 WIB, Lok: 7.74 LS - 107.34 BT, 83 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 32 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (9/7/2026) siang.
Sebelumnya BMKG melaporkan Kota Cimahi dan sekitarnya diguncang tiga kali gempa bumi berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari satu jam pada Kamis siang, 9 Juli 2026.
Informasi ini disampaikan secara cepat demi kepentingan publik, sehingga data awal masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan analisis data lebih lanjut.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketiga gempa tersebut bermagnitudo kecil di bawah 3.0 dengan rincian sebagai berikut:
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,8 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.08.23 WIB.
Lokasi gempa berada di koordinat 8,07 Lintang Selatan dan 108,05 Bujur Timur, atau sekitar 64 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sementara itu, pusat gempa berada pada kedalaman 49 kilometer.
Skala Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
2. Di dalam rumah
3. Di luar ruangan
4. Di kerumunan
5. Di gunung atau dataran tinggi
6. Pusat gempa di laut
7. Di dalam kendaraan