Lima Hari Pencarian Bocah 3,5 Tahun di Pasaman Tak Kunjung Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Rahmadi July 09, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN – Operasi pencarian terhadap Haikal (3,5), bocah yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di kawasan Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, resmi dihentikan pada Kamis (9/7/2026).

Keputusan itu diambil setelah lima hari pencarian tidak membuahkan hasil.

Selama operasi berlangsung, tim gabungan telah menyisir berbagai titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Namun hingga hari kelima, Haikal belum juga ditemukan.

Pencarian Dilakukan dari Darat hingga Udara

Kepala Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama dengan melibatkan berbagai unsur.

Tim gabungan terdiri dari personel Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, aparat pemerintah nagari, TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

Baca juga: Pembongkaran Stadion H Agus Salim Ditarget Rampung 3 Bulan, Pembangunan Baru Langsung Dimulai

"Pencarian sudah kami lakukan sejak hari pertama. Upaya yang kami laksanakan mulai dari penyisiran jalur darat, pencarian di sekitar aliran sungai, hingga pemantauan dari udara menggunakan drone thermal," kata Novi Yurandi, Kamis (9/7/2026).

Pada hari kelima, tim kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 07.30 WIB. Personel dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian sepanjang sekitar tiga kilometer sesuai rencana operasi.

Meski seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah diperiksa, tim gabungan tetap belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi Dinyatakan Tidak Lagi Efektif

Novi menjelaskan, setelah evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, pemerintah daerah, serta pihak keluarga korban, diputuskan bahwa operasi pencarian sudah tidak lagi efektif untuk dilanjutkan.

"Pada hari kelima ini, sesuai kesepakatan dengan pemerintah daerah dan keluarga korban, serta karena korban masih belum ditemukan, maka kami memutuskan pencarian sudah tidak efektif lagi dan dilanjutkan dengan pemantauan," ujarnya.

Dengan keputusan tersebut, Operasi SAR resmi ditutup pada Kamis sore sekitar pukul 17.30 WIB. Selanjutnya, seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing setelah dilakukan debriefing pada pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Suka Duka PKJR Sitinjau Lauik Atur Lalin: Adu Mulut dengan Pengendara, Tak Maksa Minta Sumbangan

Operasi Bisa Dibuka Kembali

Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas memastikan pemantauan di lokasi tetap dilakukan.

Apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian akan kembali dibuka.

"Artinya operasi ini kami tutup dan dilanjutkan dengan pemantauan. Apabila di kemudian hari ada tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi akan dibuka kembali," kata Novi.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya rescue car, ambulans, perahu karet (LCR) beserta motor tempel, drone thermal, peralatan SAR air, peralatan medis, komunikasi, mountaineering, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Sebanyak 57 personel gabungan terlibat dalam operasi ini, terdiri dari sembilan personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, seorang Bhabinkamtibmas, seorang Babinsa, serta sekitar 40 orang dari pemerintah nagari dan masyarakat.

Baca juga: Bupati Dharmasraya Temui Mentan Amran Sulaiman, Jemput Bantuan Alsintan hingga Program Lahan Jagung

Korban Hilang Saat Bermain di Dekat Sawah

Berdasarkan laporan Basarnas, Haikal dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, bocah berusia 3,5 tahun tersebut bermain di luar rumah, tepatnya di area persawahan, sementara kedua orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring.

Usai menyelesaikan pekerjaan rumah, orang tua korban mendapati Haikal sudah tidak berada di lokasi bermain.

Pencarian langsung dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar, namun korban tidak ditemukan.

Karena di dekat lokasi terdapat aliran sungai, korban diduga hanyut terbawa arus. Dugaan itu kemudian menjadi dasar operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan selama lima hari berturut-turut. Hingga operasi ditutup, Haikal masih belum berhasil ditemukan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.