Kunci Sukses Pia Zhang Eksis di Palembang Sejak 1930, Ketua UMKM Kreatif Sumsel Berbagi Ilmu
Refly Permana July 09, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Pia Zhang sudah ada sejak dirintis tahun 1930-an. Hingga kini sudah melewati tiga generasi, bisnis kuliner pembuatan pia itu tetap eksis di Palembang.

Pemilik Pia Zhang yang juga Ketua UMKM Kreatif Sumsel, Erlina Zhang, mengatakan usaha ini dirintis oleh kakeknya, Chang Chenchen, pada tahun 1930-an.

Kala itu, sang kakek baru datang dari Tiongkok ke Palembang dan mulai mencoba memproduksi pia tersebut dengan varian isi kacang hijau dan manisan buah kundur.

Setelah kakeknya, usaha ini kemudian dilanjutkan oleh ayah Erlina Zhang yang sebelumnya berprofesi sebagai guru.

Baca juga: Kisah Pemilik Eva Florist 15 Tahun Eksis di Palembang, Rela Tinggalkan Kerja Kantoran

Usaha ini sejak dulu telah dikenal di kalangan etnis Tionghoa di Palembang, khususnya di kalangan suku Hokkien, dan produknya sering digunakan dalam acara-acara tradisional seperti seserahan atau lamaran.

"Usaha ini berhasil bertahan hingga generasi ketiga dengan tetap mempertahankan resep tradisional dan cita rasa asli," kata Erlina saat menghadiri podcast Tamu Sripo yang disiarkan dari Gedung Graha Tribun Palembang, dikutip dari Sripoku.com, Kamis (9/7/2026).

Salah satu kunci sukses Pia Zhang adalah sistem reseller yang sudah dibangun sejak era kakeknya. 

Hingga saat ini, sistem tersebut terus diberdayakan, bahkan melibatkan generasi ketiga dari para reseller awal.

Ketika pandemi Covid-19, Erlina menjadikannya sebagai momentum untuk berinovasi, mulai dari menciptakan varian rasa baru seperti selai nanas, memperbaiki kemasan agar lebih higienis, hingga mulai merambah pemasaran digital.

"Kini, varian rasa telah berkembang untuk mengikuti tren, termasuk kacang merah, kacang tanah, cokelat, keju, hingga selai nanas," kata Erlina.

Di bawah kepemimpinannya, Erlina mengatakan, Pia Zhang melakukan modernisasi, seperti pengurusan legalitas usaha, sertifikasi halal, perbaikan kemasan agar lebih higienis, serta kolaborasi dengan toko oleh-oleh modern.

Dalam kesehariannya, operasional Pia Zhang dijalankan oleh tim yang cukup kecil, yang terdiri atas tukang panggang, pembuat kue, serta dirinya sendiri, suami, dan ibunya.

Baca juga: Kisah Bos Tahu di Palembang yang Bangkrut dari Bisnis Ayam, Ko Ateng Memulai dari Tempat 3 x 3 meter

Pada masa panen atau periode sibuk, seperti saat festival kue bulan pada bulan September, mereka menambah tenaga kerja dengan mempekerjakan karyawan kontrak atau musiman.

"Selama periode sibuk tersebut, jumlah orang yang membantu proses produksi dapat meningkat hingga sekitar 20 orang," katanya.

Melalui Pia Zhang, Erlina ingin para perempuan memulai usaha dari rumah dengan melihat potensi di keluarga masing-masing. 

Ia menekankan pentingnya membuat produk dengan cinta dan kebanggaan agar dapat diterima oleh pasar.

"Coba perhatikan masakan favorit mama atau resep turun-temurun yang sudah biasa dikonsumsi keluarga. Jika produk tersebut disukai di lidah sendiri dan keluarga, kemungkinan besar pasar luas juga akan menyukainya," katanya.

Tidak perlu terburu-buru membangun usaha skala besar. 

Erlina membuktikan bahwa usaha yang dimulai secara sederhana dari rumah bisa bertahan lintas generasi selama nilai dan kualitasnya tetap dijaga.

Meski mempertahankan resep tradisional, Erlina tidak menutup diri dari inovasi. 

Ia mulai beradaptasi dengan tren pasar seperti varian rasa baru, memperbaiki kemasan agar lebih higienis terutama setelah masa pandemi, serta mulai melirik pemasaran digital.

"Untuk memperluas pangsa pasar dan masuk ke ritel modern, Erlina menekankan pentingnya mengurus legalitas seperti sertifikasi halal dan berani melakukan kolaborasi dengan pihak lain, misalnya menitipkan produk di toko oleh-oleh ternama," katanya lagi.

Simak obrolan selengkapnya di sini:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.