Sungai Ciujung Menghitam, DLH Kabupaten Serang Belum Bisa Pastikan Penyebabnya
Abdul Rosid July 09, 2026 11:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, ‎SERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang masih mendalami penyebab berubahnya warna air Sungai Ciujung menjadi hitam.

Hingga kini, instansi tersebut belum dapat memastikan sumber pencemaran karena proses investigasi dan pengujian laboratorium masih berlangsung.

Kepala DLH Kabupaten Serang, Sarudin, menegaskan pihaknya belum ingin menarik kesimpulan ataupun menunjuk pihak tertentu sebagai penyebab menurunnya kualitas air di salah satu sungai terbesar di Provinsi Banten tersebut.

Menurutnya, dugaan pencemaran harus dibuktikan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas air limbah yang berasal dari berbagai sumber.

Baca juga: DLH Serang Beberkan Dugaan Awal Penyebab Air Sungai Ciujung Menghitam, Hasil Uji Lab Segera Keluar

‎"Kita tidak bisa langsung menyimpulkan penyebabnya hanya dari satu sumber, apalagi langsung menuduh perusahaan. Oleh karena itu kami ambil sampel air dari IPAL masing-masing perusahaan untuk memastikan apakah pengelolaan air limbah sudah memenuhi standar baku mutu atau belum," ujar Sarudin, Kamis (9/7/2026).

Dalam proses investigasi, DLH Kabupaten Serang telah melakukan pemeriksaan terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sejumlah perusahaan yang berada di sepanjang aliran Sungai Ciujung.

Meski demikian, Sarudin menegaskan pemeriksaan tersebut bukan berarti perusahaan-perusahaan tersebut telah terbukti menjadi penyebab pencemaran.

Menurutnya, seluruh perusahaan yang berada di sekitar aliran sungai harus melalui proses verifikasi agar hasil investigasi benar-benar berdasarkan data ilmiah.

Sarudin menjelaskan, penyelidikan terhadap kondisi Sungai Ciujung tidak bisa dilakukan secara sederhana karena karakteristik sungai yang memiliki daerah aliran sangat luas.

Sungai Ciujung membentang melewati sejumlah wilayah mulai dari Rangkasbitung, Pamarayan, Kragilan hingga Tirtayasa, serta menerima aliran dari berbagai anak sungai.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi penurunan kualitas air dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya aktivitas dari satu lokasi tertentu.

‎"Sungai Ciujung bukan hanya tanggung jawab DLH Kabupaten Serang saja, terapi juga tanggung jawab DLH Provinsi Banten dan BBWSC3," tegasnya.

‎Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, DLH Kabupaten Serang memperluas titik pengambilan sampel air.

Jika sebelumnya hanya dilakukan di empat lokasi, kini jumlah sampel yang dikumpulkan telah bertambah menjadi 10 titik yang mewakili beberapa lokasi di sepanjang aliran sungai.

Seluruh sampel tersebut saat ini sedang menjalani pengujian laboratorium guna mengetahui apakah kualitas air limbah yang dibuang ke Sungai Ciujung telah memenuhi baku mutu lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan diterima pada pekan depan.

‎"Sampai hasil uji lab keluar, kami belum bisa menyatakan apakah perusahaan-perusahaan ini melanggar atau mencemari. Kita lihat dulu apakah air yang dibuang sudah memenuhi syarat atau belum," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.