TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk periode 10-11 Juli 2026.
Sejumlah wilayah di Sulut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.
Potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Baca juga: Info Cuaca Sulut Jumat 10 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Cek Daerah Diguyur Hujan
Memasuki Jumat (10/7/2026), peringatan Waspada hujan sedang hingga lebat tersisa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Potensi angin kencang masih berpeluang terjadi di Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Sangihe.
Sedangkan pada Sabtu (11/7/2026), BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini hujan maupun angin kencang untuk wilayah Sulawesi Utara.
Berikut peringatan dini cuaca tiga harian untuk periode 10-11 Juli 2026:
Waspada (Hujan Sedang - Lebat):
Bolaang Mongondow Selatan
Peringatan Dini Angin Kencang:
Kota Manado
Kota Bitung
Minahasa
Minahasa Utara
Kepulauan Sitaro
Kepulauan Sangihe
Tidak ada peringatan dini hujan sedang-lebat.
Tidak ada peringatan dini angin kencang.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini