TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenang sosok anggota DPR RI, Rachmat Gobel, yang dikabarkan meninggal dunia di usia 63 tahun pada Jumat, 10 Juli 2026, dini hari.
Kabar meninggalnya Rachmat Gobel disampaikan oleh pihak keluarga melalui akun Instagramnya @Rachmatgobel_rg, yang menyatakan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Almarhum berpulang dengan meninggalkan keluarga tercinta, yakni sang istri, Retno Damayanti Gobel.
Anak dan Menantu:
Cucu: 3 orang cucu
Baca juga: Profil Lengkap Rachmat Gobel Wakil Ketua DPR RI Fraksi Nasdem
Rachmat Gobel lahir di Gorontalo, 3 September 1962.
Dia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi sukses.
Di bidang politik Rachmat telah mencapai dua puncak posisi politik.
Pertama di eksekutif ketika Presiden Jokowi mempercayainya sebagai Menteri Perdagangan, dan menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem.
Kemudian, ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017–2019.
Pada Pemilu 2019 dia memperoleh kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Gorontalo dengan meraih suara sebanyak 146.067 dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo.
Perolehan suara sebesar itu mengantarnya menjadi anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2019-2024.
Lahir dari keluarga pebisnis, anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh) ini sejak muda sudah tampak jiwa kepemimpinan dan kewibawaannya.
Sejak kecil dia dididik menjadi pewaris dan pemimpin perusahaan Kelompok Usaha Rachmat Gobel yang didirikan dan dipimpin orangtuanya.
Tumbuh di lingkungan keluarga pengusaha besar pemilik Kelompok Usaha, Rachmat tidak lantas membuat masa mudanya serba instan atau dimanjakan dengan fasilitas mewah.
Meski berasal dari keluarga pengusaha, Rachmat tidak langsung menduduki jabatan tinggi.
Sejak masih duduk di bangku SMP, ia sudah diperkenalkan dengan dunia kerja dengan menjadi tukang sapu di pabrik milik keluarganya.
Proses ini sengaja dilakukan agar ia memahami nilai dari sebuah kerja keras sebelum akhirnya dipersiapkan menjadi pewaris takhta perusahaan.
Kemampuan akademisinya teruji ketika dalam usia 24 tahun, Rachmat sudah meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang.
Setelah lulus, dia praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang.
Barulah pada tahun 1989, di usia 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta dengan bekal pengalaman matang.
Ia memulai karier profesionalnya di perusahaan keluarga sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel, yang kini bertransformasi menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Pendidikan keras dari keluarga membentuk karakter kuat dan perhatian terhadap tenaga kerja khususnya pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Kronologi Petugas Bea Cukai Pekanbaru Aditya Waskita Gugur Saat Pengawasan di Perairan Siak
Menurut Rachmat salah satu rahasia sukses bisnisnya adalah membangun kualitas SDM, bukan produk.
Dia yakin, kualitas produk akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya ketika ditanya filosofi arah pembangunan SDM-nya.
Filosofi itulah yang mendorongnya untuk turun langsung membuat gebrakan di masyarakat. Salah satunya di bidang olahraga.
Rachmat yakin olahraga penting dalam pembangunan manusia.
Dia pun sukses sebagai Ketua Harian Pencak Silat dan mempromosikan olahraga itu sampai ke Eropa dan Afrika hingga diakui menjadi cabang olahraga yang mendunia.
Kesukaannya pada olahraga membawanya menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games XI Indonesia (INASOC=Indonesia SEA Games XI Organizing Committe).
Di Gorontalo, Rachmat Gobel dicintai sekaligus dihormati. Atas prestasinya di banyak bidang, masyarakat Gorontalo memberinya gelar "Ti Bulilango Hunggia" yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri".
Rachmad Gobel dianggap sebagai pewujud harapan masyarakat Gorontalo.
Kabar meninggalnya Rachmat Gobel disampaikan oleh pihak keluarga melalui akun Instagramnya @Rachmatgobel_rg, yang menyatakan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Keluarga besar juga memohon keikhlasan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar segala kekhilafan almarhum diampuni, amal ibadahnya diterima, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Dengan penuh keikhlasan dan rasa duka yang mendalam, kami, Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel, menyampaikan kabar bahwa Bpk. Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah," tulis pihak keluarga dalam pernyataan tertulisnya dikutip Tribunsumsel.com.
Di samping itu, doa juga mengalir agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi masa-
"Kami memohon doa dari Bapak/Ibu/Saudara agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis keluarga.
Selain itu, keluarga berharap Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," lanjut pernyataan tersebut.
Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl. Supomo No. 55A, Jakarta Selatan.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com