Lewat Program 'Gampang Nyambut Gawe', Pemkab Tegal Sukses Salurkan Ribuan Tenaga Kerja
Rustam Aji July 10, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Pemerintah Kabupaten Tegal terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat melalui program unggulan Gampang Nyambut Gawe. Langkah strategis yang dimotori oleh Disperintransnaker Kabupaten Tegal ini terbukti sukses menyalurkan ribuan pencari kerja Tegal ke berbagai sektor industri terkemuka. 

Keberhasilan program hulu-hilir ini tercermin dari catatan serapan tenaga kerja yang masif di Kabupaten Tegal. Berdasarkan data administrasi resmi, jumlah pencari kerja yang berhasil tersalurkan mencapai 17.747 orang pada tahun 2024, 11.746 orang pada tahun 2025, dan terus bertambah sebanyak 4.003 orang pada Semester I Tahun 2026. 

"Program ini terdiri dari dua bagian besar yaitu pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja serta penempatan tenaga kerja. Tujuannya adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mandiri," ujar Kepala Disperintransnaker Kabupaten Tegal, Supriyadi, Jumat (10/7/2026). 

Bidik 155 Peserta untuk Pelatihan Bersertifikat BNSP

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah membidik penguatan pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi 155 peserta pilihan yang dipusatkan langsung di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tegal. Skema pendanaan dibagi menjadi dua jalur strategis. 

Baca juga: Keluhan Wali Murid Seragam Rp1,55 Juta Berbuntut Panjang, DPRD Kendal Panggil Disdikbud

Sebanyak 80 peserta bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang difokuskan untuk buruh pabrik rokok dan petani tembakau guna memberikan keahlian alternatif (second skill). Sementara itu, 75 peserta sisanya didanai oleh Program Vokasi Nasional APBN dengan target mutlak kelulusan berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Berbagai kejuruan produktif dibuka demi menjawab kebutuhan riil pasar, mulai dari kelas garmen, tata rias, practical office advance, pembuatan roti dan kue, desain grafis, hingga servis elektronik. 

Pangkas Birokrasi: Urus Kartu Kuning Cukup Lewat WhatsApp

Selain menggenjot sektor keahlian, Pemkab Tegal melakukan revolusi besar-besaran pada sistem pelayanan administrasi ketenagakerjaan. Pengurusan Kartu AK-1 atau Kartu Kuning kini resmi menerapkan sistem paperless menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE). 

Masyarakat tidak perlu lagi datang dan mengantre di kantor dinas. Cukup mendaftar secara daring, dokumen Kartu Kuning yang sah akan langsung dikirimkan oleh petugas ke pos-el (email) atau nomor WhatsApp pemohon. 

Seluruh ekosistem ini diintegrasikan ke dalam aplikasi PILUS (Pusat Informasi Lowongan Perusahaan). Lewat aplikasi ini, para pencari kerja dapat melamar lowongan kerja secara langsung, sedangkan perusahaan mitra dapat mengelola kebutuhan staf mereka secara mandiri. 

Baca juga: Terjaring OTT KPK di Soloraya, Bupati Sukoharjo Beserta 5 Orang Diperiksa Semalaman di Polresta Solo

Efisiensi Anggaran dan Tekan Kemiskinan

Sebagai bentuk efisiensi, Pemkab Tegal kini lebih mengoptimalkan metode job matching digital dan analisis langsung ke Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK mitra, ketimbang menggelar acara job fair fisik berskala besar yang memakan biaya. 

Sejumlah raksasa industri seperti PT Lea Footwear, PT Adonia, PT Sinar Sosro, hingga Alfamart telah digandeng sebagai mitra penyerap tenaga kerja lokal, di samping kerja sama antar-daerah dan jaringan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). 

Dampak positif dari program Gampang Nyambut Gawe ini sukses membawa Kabupaten Tegal mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin terendah keenam di Provinsi Jawa Tengah. 

"Bagi yang ingin bekerja kami fasilitasi sampai bertemu dengan perusahaan, sedangkan bagi yang ingin berwirausaha kami bekali keterampilan agar mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya," pungkas Supriyadi. (dta) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.