RSUD Yowari Jayapura Gandeng Pihak Ketiga Bersihkan Sampah Medis, Sempat Menumpuk 3 Tahun
Paul Manahara Tambunan July 10, 2026 01:27 PM

 

​Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Sentani berbenah dalam mengelola limbah yang dihasilkannya, baik sampah medis berkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun sampah domestik non-medis.

Guna memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit, manajemen RSUD Yowari kini resmi menggandeng pihak ketiga untuk menangani seluruh limbah medis B3 keluar dari area rumah sakit.

Langkah taktis ini diambil sebagai solusi cepat untuk mengatasi rusaknya fasilitas incinerator (alat pembakar limbah) milik rumah sakit yang memicu penumpukan sampah selama bertahun-tahun.

Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri, mengungkapkan masalah penumpukan sampah medis ini sebenarnya sudah berlangsung selama lebih dari tiga tahun sebelum dirinya menjabat.

Baca juga: RSUD Yowari Jamin Layanan Gratis OAP Meski Serapan Anggaran Minim

Merespons kondisi yang dinilai mengganggu kesehatan lingkungan tersebut, manajemen langsung melakukan evaluasi menyeluruh pada tahun 2025 lalu.

"Pada awal tahun 2026, kami resmi membuat perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengangkut dan mengelola limbah medis di luar area rumah sakit," ujar Maryen Braweri kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Jumat (10/7/2026).

Kerja sama ini langsung membuahkan hasil. Hingga Juni kemarin, proses pengangkutan oleh pihak ketiga sudah berjalan sebanyak lima kali.

Sampah-sampah medis yang sempat menggunung sejak periode Februari, Maret, dan April, akhirnya berhasil diangkut seluruhnya hingga bersih total.

Terkait jadwal pengangkutan, Maryen menyebutkan pembersihan dilakukan secara berkala setiap bulan, disesuaikan dengan volume penumpukan sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara.

Mengenai fasilitas incinerator yang rusak, Maryen menjelaskan pihaknya sengaja tidak mengajukan anggaran perbaikan.

Manajemen RSUD Yowari memiliki pertimbangan operasional tersendiri mengapa lebih memilih menggunakan jasa pihak ketiga.

"Meskipun kita bakar sendiri menggunakan incinerator, proses tersebut tetap menghasilkan limbah sisa berupa abu pembakaran yang penadaannya rumit," kata Maryen.

Baca juga: Evaluasi Pelayanan RSUD Yowari: Nakes di IGD Siap-Siap Rolling ke Distrik

Dengan menggandeng pihak ketiga, rumah sakit diuntungkan karena bebas dari residu limbah.

Pihak ketiga langsung datang melakukan pengepakan (packing) dan membawa limbah tersebut keluar dari kawasan rumah sakit.

Sementara itu, untuk penanganan sampah domestik sejenis sampah rumah tangga, RSUD Yowari tetap menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Guna menjaga konsistensi kebersihan harian, saat ini RSUD Yowari didukung penuh oleh tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang beranggotakan 9 orang, dibantu oleh jajaran tenaga kebersihan lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.