Komisi C DPRD DIY Desak Penguatan Infrastruktur Geosite Lava Bantal untuk Geopark Berkelanjutan
Hari Susmayanti July 10, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong penguatan infrastruktur dan tata kelola Geosite Lava Bantal Berbah sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan Geopark DIY yang berkelanjutan. 

Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan geosite tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mampu menjalankan fungsi edukasi dan konservasi secara seimbang.

Komitmen itu disampaikan saat Komisi C DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) untuk memantau perkembangan kawasan Geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, bersama anggota Komisi C, yakni Haris Sugiharta, Dr H Aslam Ridlo, Timbul Suryanto, Drs H Suwardi, Lilik Saiful Ahmad, Raden Inoki, dan Suharno.

Turut hadir Kepala Biro Perekonomian, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Rakyat (PIWP2) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, serta jajaran Pemerintah Kalurahan setempat.

Dalam monitoring tersebut, rombongan meninjau secara langsung kondisi infrastruktur pendukung kawasan geosite sekaligus mengevaluasi pengelolaan kawasan agar sejalan dengan arah pengembangan Geopark DIY. 

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga tata kelola kawasan yang tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.

Komisi C menilai keberhasilan pengembangan Geosite Lava Bantal tidak dapat bergantung pada pembangunan fisik semata. 

Baca juga: Gerobak Angkringan di Kalasan Sleman Terbakar Hebat, Diduga Akibat Sisa Api Anglo

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terencana dan tidak mengurangi nilai geologi yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. 

Pengembangan kawasan berbasis konservasi akan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai destinasi wisata edukasi maupun sebagai upaya melestarikan warisan geologi yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Geosite harus dikembangkan secara berkelanjutan. Infrastruktur perlu mendukung, tetapi karakter alam dan nilai edukasinya tetap menjadi prioritas," ujar Raden Inoki.

Inoki menambahkan terkait dengan pengembangan lava bantal sebagai salah satu destinasi wisata juga harus melindungi geopark Yang Ada di lokasi. 

Dia berharap wisata di geopark ini bisa tumbuh dengan cepat dan harapannya bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. 

Komisi C DPRD DIY bidangnya infrastruktur maka tadi telag digali kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan untuk bisa mendukung peningkatan lava bantal ini menjadi destinasi wisata dan bisa menjadi daya tarik ikon wisata di kabupaten sleman.

"Bagi pengelola Lava Bantal, kebutuhan utama adalah akses jalan yang merupakan jalan kabupaten. Nanti kami dari Komisi C akan menyampaikan dan mendiskusikannya dengan Bupati. Untuk ruas jalan yang hanya sekitar 1 kilometer tersebut, kami berharap perbaikannya segera direalisasikan agar akses bus wisata ke lokasi menjadi lancar," tutur Inoki.

Sementara anggota Komisi C DPRD DIY Lilik Syaiful Ahmad menyatakan bahwa geopark di sini masuk dalam 15 titik yang Ada. Hal ini menarik dan ini perlu kreativitas tambahan dari para pengelola untuk bagaimana meningkatkan potensi yang Ada.

"Saya pikir dari pemerintah DIY dan juga pemerintah sleman juga sudah support. Intinya potensi lokal, masyarakat setempat dan para pengelola harus melakukan inovasi dan langkah-langkah nyata. Kami juga akan ikut melibatkan teman teman dari pihak pelaku wisata untuk bagaimana mengangkat Lava Bantal ini menjadi lebih terkenal," tandas Lilik.

Kepala Biro PIWP2 Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, mengatakan pengembangan Geosite Lava Bantal merupakan bagian dari strategi memperkuat Geopark DIY melalui kolaborasi lintas sektor.

"Pengelolaan geosite akan optimal jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, sehingga manfaat ekonomi, edukasi, dan konservasi dapat berjalan beriringan," kata Agnes.

Melalui monitoring ini, Komisi C DPRD DIY berharap pengembangan Geosite Lava Bantal Berbah dapat terus dipercepat dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. 

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan tata kelola yang baik, kawasan ini diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Geopark DIY sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan fungsi konservasi dan edukasi. (hda)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.