Di situlah hakikat pemberdayaan, ialah bagaimana tumbuh bersama untuk menjadi pribadi atau manusia-manusia yang mandiri, merintis dan mengembangkan potensi diri dan lingkungannya untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai model pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) layak diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, karena berhasil membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

"PNM menjadi model yang sangat bagus, menjadi model yang sangat luar biasa bagi pola pemberdayaan yang bisa diduplikasi, dibikin baik di berbagai tempat, di berbagai lembaga yang mengikuti model ini," katanya, dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi Kantor PNM cabang Denpasar, Bali.

Menurutnya, pengalaman PNM selama 27 tahun menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperkuat agenda pemberdayaan masyarakat sebagai strategi pembangunan nasional.

Ia mengatakan visi Kemenko PM sejalan dengan pendekatan yang dijalankan PNM, yakni membangun pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

"Di situlah hakikat pemberdayaan, ialah bagaimana tumbuh bersama untuk menjadi pribadi atau manusia-manusia yang mandiri, merintis dan mengembangkan potensi diri dan lingkungannya untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif," kata Muhaimin Iskandar.

Ia mengatakan pemerintah ingin mengubah paradigma pembangunan dari bantuan yang bersifat karitatif menjadi pemberdayaan yang menghasilkan dampak jangka panjang.

Menurutnya, setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus memberikan manfaat yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha rakyat.

"Di sisi yang lain, secara realitas yang kita hadapi kita tidak bisa lagi bergantung kepada siapa pun termasuk pasar, pasar global, pasar regional, pasar, pasar geo-ekonomi, tidak bisa lagi diharapkan kecuali kita membangun kemandirian," kata Muhaimin Iskandar.