TRIBUNNEWS.COM - Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menjelaskan resep sukses timnya bisa tampil konsistens, khususnya di lini pertahanan, sepanjang Piala Dunia 2026.
Usut punya usut, Luis de la Fuente, menilai ada yang lebih jauh fundamental dari taktik permainan. Dan itu juga disadari oleh pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni.
Spanyol akan menjalani laga krusial menghadapi Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, California, Amerika Serikat, Sabtu (11/7) pukul 04.00 WIB.
Di atas kertas, Spanyol lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan ketimbang Belgia. Akan tetapi, Belgia besutan Rudi Garcia memiliki skuad yang mumpuni, meski tengah menjalani masa transisi.
Setelah era generasi emas seperti Kevin de Bruyne hingga Romelu Lukaku, Belgia saat ini memadukannya dengan pemain muda seperti Charles de Ketelaere, Alexis Saelemaekers, hingga Jeremy Doku.
Hasilnya, meski di fase grup menampilakn performa tersendat dan kurang meyakinkan, Belgia perlahan tampil klinis, termasuk mengalahkan Brasil di babak 32 Besar 2-1 dan menghempaskan Amerika Serikat 4-1 di 16 Besar.
Sementara Spanyol, dengan skuad muda yang didominasi penggawa Barcelona, Luis de la Fuente, mampu mengelolanya dengan sangat baik.
Yang sejatinya, tidak mudah untuk menyatukan pemain muda seperti Pedri, Gavi, Nico Williams, hingga Lamine Yamal, menjadi satu kesatuan soli bersama pemain senior seperti Rodri.
Realitanya, Luis de la Fuente, menempatkan keharmonisan ruang ganti di urutan nomor satu, alih-alih mementingkan taktikal permainan.
"Yang terpenting adalah mengelola sebuah kelompok, lebih dari sekadar hal taktis. Mengelola orang-orang, profesional, memberikan apa yang mereka butuhkan, memilih mereka yang berintegrasi dengan baik ke dalam sebuah ide dan yang secara manusiawi merupakan orang-orang yang menambah nilai." terang Luis de la Fuente, dikutip dari laman Diario Ole.
De la Fuente dipandang sebagai pelatih yang mengedepankan aspek kekeluargaan, juga diamini football enthuasist asal Semarang, Gigih.
Hal itu disampaikannya dalam podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"De La Fuente ini terkenal (sebagai pelatih -red) yang mementingkan ruang ganti. Ini kan tugas dari De La Fuente untuk memastikan nama-nama seperti Lamine Yamal dan Nico Wiliams bisa bermain dengan Rodri maupun Fabian Ruiz yang lebih senior," papar Gigih menganalisis.
"Kekeluargaan di era De La Fuente merupakan salah satu yang terbaik setelah Vicente del Bosque. Jadi pemain Spanyol itu mendapatkan tekanan dari media yang luar biasa, De La Fuente tugasnya memastikan kekeluargaan di tim ketika mendapatkan tekanan dari media, tidak terpengaruh banyak. Kuncinya ada di situ," terang pria yang juga mengidolakan klub asal Inggris, Wigan Athletic.
Baca juga: Spanyol vs Belgia: Kata Siapa Lamine Yamal Suka Marah kalau Gagal Cetak Gol
Dalam pemahaman Luis de la Fuente, manajerialnya dalam mengelola ruang ganti pemain sama dengan Lionel Scaloni di timnas Argentina.
Langkah hebat Argentina dalam usahanya mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026, tak lepas dari magis Lionel Messi.
Hal itu bisa dibuktikan lewat gelontoran 8 gol yang menempatkan Messi bersanding dengan Kylian Mbappe di bursa top skor Piala Dunia 2026.
Namun lebih dari itu, butuh keharmonisan tingkat tinggi untuk semua pemain Argentina menyatukan visi percaya kepada Messi. Dan itu, tidak melulu dari Scaloni, namun juga para pemain Argentina menyadari bagaimana mereka menjadikan La Pulga sebagai panutan.
Dalam aspek apapun, Messi merupakan faktor X, yang sangat berpengaruh di lapangan maupun internal Argentina, yang oleh Scaloni dapat dikelolanya secara sempurna.
Jika diibaratkan, Messi merupakan sebuah "lem" yang merekatkan satu kesatuan skuad Argentina saat ini.
"Saya merasakan hal yang sama dengan Scaloni. Dia adalah orang yang memiliki ide-ide ini, saya bilang bahwa saya setuju dengan semua pendekatannya, saya adalah pengagumnya," nilai Luis de la Fuenta.
Layak dinantikan mampukah Spanyol menyusul Prancis ke semifinal? Jika terealisasi, Spanyol dengan 'senjata' kekeluargaan mereka menjadi ujian sesungguhnya bagi Prancis, yang berambisi mengulang capaian Piala Dunia 2018.
(Tribunnews.com/Giri)