Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Satu RT di Cawang Jakarta Timur akan Hilang
Irwan Wahyu Kintoko July 10, 2026 03:19 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya berdampak pada pembebasan ratusan rumah.

Normalisasi itu juga akan menghapus satu rukun tetangga (RT) karena seluruh wilayahnya masuk dalam area proyek pelebaran sungai.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan, RT 15 menjadi wilayah yang seluruh bangunannya akan dibebaskan sehingga tidak lagi memiliki penduduk.

"Ada dua RT yang terkena pembebasan lahan, yaitu RT 15 dan RT 02, dengan pembebasan lahan ini, satu RT hilang, RT 15 akan habis," kata Ika saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung Dipercepat, Pramono Anung Siapkan Rp 300 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Ika menjelaskan, di Kelurahan Cawang terdapat sekitar 170 rumah yang menjadi target pembebasan lahan.

Saat ini sebanyak 62 rumah telah dibebaskan dan pemiliknya telah menerima ganti rugi, sementara 108 rumah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Seluruh rumah tersebut akan dibebaskan untuk mendukung pelebaran sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh proses pembebasan lahan di kawasan tersebut rampung pada 2026. 

Baca juga: Warga Cipinang Melayu Tagih Janji Pramono, Normalisasi Kali Sunter Diminta Segera Dituntaskan

Setelah lahan dibebaskan, bangunan akan langsung dibongkar agar pekerjaan normalisasi dapat segera dilanjutkan.

Menurut Ika, pembebasan lahan di Cawang mencakup area sepanjang sekitar 550 meter. 

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mendapat tugas menyelesaikan pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 16,5 kilometer.

"Tahun 2026 untuk Cawang, Rawajati, dan Pengadegan targetnya kurang lebih 2 kilometer, harapannya saat ulang tahun Jakarta tahun depan kita bisa tembus dari MT Haryono sampai Jembatan Kalibata," ujar Ika.

Baca juga: Pramono Kembali Lanjutkan Normalisasi Sungai Ciliwung yang Mandek Sejak Era Anies

Untuk mempercepat proses administrasi, Dinas SDA membuka posko pelayanan di lokasi pembebasan lahan sehingga warga dapat mengurus seluruh dokumen secara langsung tanpa melalui perantara.

Menurut Ika, warga yang telah menempati lahan selama puluhan tahun tetapi belum memiliki sertifikat tetap dapat memperoleh ganti rugi selama memenuhi persyaratan administrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai progres pembebasan lahan di kawasan Cawang menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Ia mengatakan kawasan yang sebelumnya dipenuhi permukiman kini mulai terbuka sehingga badan Kali Ciliwung kembali terlihat.

Baca juga: Kurangi Genangan saat Hujan, Normalisasi 13 Saluran Air di Jakarta Barat Dilakukan Setiap Bulan

"Tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.

Pramono menyebut, dari target 170 bangunan di lokasi tersebut, sebanyak 62 bangunan telah selesai dibebaskan.

Ia optimistis seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung merupakan bagian dari strategi jangka menengah dan panjang untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta.

"Normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan mudah-mudahan akan terselesaikan," ujar Pramono.

Setelah proyek normalisasi Kali Ciliwung rampung, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pekerjaan serupa di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2029. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.