TRIBUNTRENDS.COM - Maling bobol gudang proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sejumlah barang digondol dari calon gedung KDMP tersebut.
Mengantisipasi kejadian tak mengenakkan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0730/Gunungkidul meningkatkan pengamanan di seluruh lokasi pembangunan.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, memperketat penjagaan agar tidak terjadi aksi pencurian lagi.
"Pencurian di calon KDMP di Kalurahan Mulo harus jadi pelajaran agar kejadian sama tidak terulang. Mengamankan agar tidak terjadi pencurian lagi di lokasi pembangunan KDMP," kata Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, dikutip dari Kompas.com.
Seluruh Danramil hingga personel Babinsa mendapat instruksi untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan patroli.
Mereka yang bertugas di wilayah kelurahan tempat proyek KDMP berjalan diminta lebih intensif dalam melakukan pengamanan.
Baca juga: Dugaan Penipuan Berkedok KDMP di Gunungkidul Yogyakarta, Pelaku ke Kelurahan, Peras Puluhan Juta
Aksi pembobolan gudang penyimpanan material di calon lokasi KDMP Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, pertama kali diketahui pada Selasa (7/7/2026) pagi saat para pekerja bangunan tiba untuk memulai aktivitas.
Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, menjelaskan bahwa para pekerja kemudian mengecek kondisi gudang setelah mendapati adanya kejanggalan di lokasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah peralatan pertukangan yang tersimpan di dalam gudang sudah tidak berada di tempatnya.
Setelah inventarisasi dilakukan, dipastikan beberapa alat penting telah raib diduga dibawa kabur pelaku pencurian.
Kehilangan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Polisi pun mencatat seluruh peralatan yang hilang berdasarkan hasil pendataan di lokasi kejadian.
Adapun barang-barang yang dilaporkan hilang merupakan perlengkapan pertukangan yang digunakan untuk mendukung proses pembangunan.
Daftar peralatan yang dilaporkan hilang meliputi:
Baca juga: Sebulan Diresmikan, 4 Kopdes Merah Putih di Sumenep Belum Beroperasi, Calon Manajer Masih Latsarmil?
Kerugian akibat aksi pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp 17,5 juta. Nilai kerugian itu disampaikan Kapolsek saat memberikan keterangan secara terpisah kepada awak media.
Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Wonosari bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan.
Petugas kemudian menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat mengungkap pelaku.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi guna melengkapi proses penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk ke dalam gudang dengan terlebih dahulu merusak gembok yang mengunci pintu utama.
Dugaan tersebut menguat berdasarkan temuan petugas saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami berbagai petunjuk untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
"Ditotal kerugian ditaksir mencapai Rp 17,5 juta," kata Kapolsek saat dikonfirmasi terpisah.
"Hingga sekarang masih dalam penyelidikan," ucap Tri Wibawa menutup keterangannya.
(TribunTrends/Ninda)