- Pengamanan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, diperketat pada Jumat (10/7/2026).
Puluhan kendaraan taktis milik Korps Brimob Polri disiagakan sebagai bagian dari pengamanan penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan taktis terlihat terparkir di area markas dan masih dalam kondisi siaga.
Kendaraan tersebut terdiri dari satu unit rantis Todak, satu unit Barracuda, empat unit Rimueng, empat kendaraan pengurai massa atau Raisa, satu unit water cannon, empat truk, tujuh bus, serta puluhan sepeda motor dinas Brimob.
Selain kendaraan taktis, puluhan personel Korps Brimob juga tampak berjaga di sejumlah titik di kawasan Mapolda Metro Jaya.
Bahkan, tenda pleton didirikan di area pintu keluar markas sebagai bagian dari kesiapsiagaan pengamanan.
Pengetatan pengamanan dilakukan seiring penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani kepolisian, yakni kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara PLTU, PT Asabri, dan Krakatau Steel.
Sebelumnya, sejumlah kendaraan taktis Brimob juga dikerahkan saat penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk sebuah ruko di Jalan Asem III, Cipete.
Kendaraan Barracuda digunakan untuk mengangkut barang bukti, termasuk brankas yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, membenarkan adanya pengetatan pengamanan di markas Polda Metro Jaya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena seluruh barang bukti hasil penyitaan disimpan di Mapolda Metro Jaya, sekaligus menjadi lokasi pemeriksaan para saksi.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik di lingkungan internal maupun eksternal, untuk memastikan seluruh barang bukti tetap aman selama proses penyidikan berlangsung.
Budi Hermanto menambahkan, pola pengamanan akan kembali normal setelah seluruh tahapan penyidikan selesai dilaksanakan.