Tetangga Ruko yang Digeledah di Cipete Ditunjukkan Foto oleh Polisi, Kenali Sosok 'Pak Haji'
Rr Dewi Kartika H July 10, 2026 08:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Hilman (21) spontan menyebut nama "Pak Haji" saat ditunjukkan sejumlah foto oleh polisi yang menggeledah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari.

Ia menjadi narasumber polisi karena saat rombongan tiga bus polisi dari Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tiba di lokasi pada Kamis (9/7/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB, dirinya sedang bermain game di teras sebelah ruko yang jadi target penggeledahan.

Adapun Hilman merupakan karyawan kedai kopi Tjolo Koffie yang letaknya memang bersebalahan dengan ruko yang digeledah.

"Saya cuma ditanya, 'Ini kenal enggak? Pernah lihat enggak?' Saya jawab yang pernah saya lihat ya saya bilang pernah lihat. Kalau yang enggak ya enggak," kata Hilman saat ditemui TribunJakarta.com, Jumat.

Meski mengaku mengenali wajah beberapa orang, Hilman tidak mengetahui identitas maupun jabatan mereka.

Ia hanya mengetahui satu sosok yang kerap datang ke kantor tersebut dipanggil dengan sebutan "Pak Haji" yakni seorang pria yang rambutnya beruban.

"Kalau namanya saya enggak tahu. Saya cuma tahu mukanya doang. Yang saya tahu itu dipanggilnya Pak Haji," ujar Hilman.

Hilman mengatakan, penggeledahan berlangsung hingga menjelang subuh atau bertepatan dengan usainya laga perempat final Piala Dunia antara Prancis Vs Maroko.

"Bola selesai, sekitar 10 menit kemudian mereka nyicil pulang," katanya.

Ruko tiga lantai itu menjadi lokasi ke-13 dalam rangkaian penggeledahan tim gabungan.

Hilman mengatakan ruko yang digeledah merupakan kantor sebuah yayasan.

"Setahu saya itu kantor yayasan dan beraktivitas setiap hari. Sabtu-Minggu juga kadang-kadang ada orang," ujar Hilman.

Namun, menurut Hilman, suasana kantor mendadak berubah beberapa hari sebelum penggeledahan dilakukan.

Biasanya area parkir dipenuhi kendaraan, tetapi dua hingga tiga hari terakhir sebelum polisi datang, jumlah kendaraan yang terparkir jauh berkurang.

"Beberapa hari biasanya sudah sepi. Biasanya mobil banyak, tapi dua atau tiga hari terakhir cuma ada satu atau dua mobil," katanya.

Bahkan, pada Kamis (10/7/2026), yayasan itu sama sekali tak beroperasi dan dikunci dari luar.

"Kalau kemarin itu emang tutup seharian. Ternyata digembok dari luar juga jadinya polisi yang mau geledah itu baru bisa masuk setelah buka pakai gerinda," ujarnya.

Fortuner Hitam

Hilman mengaku tidak mengetahui apakah kendaraan yang biasa terparkir merupakan milik karyawan atau tamu.

Namun, ada satu mobil yang paling sering ia lihat berada di lokasi.

"Yang sering saya lihat itu Fortuner warna hitam. Itu yang paling sering ada di sini. Kalau mobil lainnya ganti-ganti," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui jumlah orang yang bekerja di kantor tersebut karena baru sekitar enam bulan bekerja di kedai kopi tersebut.

"Saya baru enam bulan kerja di sini. Waktu saya masuk, kantor itu sudah ada. Dan karyawannya juga suka ngopi di sini," katanya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.