Kurang Diminati, Capaian Cek Kesehatan Gratis Masih 35 Persen
Eti Wahyuni July 10, 2026 10:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan, capaian Program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden RI Prabowo Subianto masih 35 persen dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, untuk mengejar percepatan realisasi program CKG, mereka memfokuskan sasaran ke Puskesmas yang ada di Medan.

Dikatakannya, ada banyak hal yang menjadi kendala yang membuat program CKG belum berjalan maksimal.

"Sampai dengan 8 Juli 2026, yang sudah melaksanakan CKG 2.824.245 jiwa. Jika di presentasekan dsari jumlah penduduk sudah 17,73 persen. Namun dari target yang ditetapkan pemerintah pusat 45 persen msyarakat harus sudah CKG, kita sudah mencapai 35 persen dari angka 2,8 jiwa tersebut," terangnya kepada Tribun Medan, Jumat (10/7/2026).

Dirincikannya target masyarakat yang harus sudah CKG pada tahun ini. 7.325.579 jiwa atau 7,3 juta jiwa. Jika dipersentasekan harus mencapai 45 persen.

 "Yang menjadi kendala utama itu sistem di aplikasi Asik. Jadi data yang diakui telah dilakukan CKG itu adalah data yang sudah teriput di aplikasi Kementerian Kesehatan dan aplikasi ini sering sekali maintanance (alami gangguan)," jelasnya.

Selain itu, kendala SDM, alat kesehatan, serta akses jalan menuju Puskesmas di kabupaten/kota itu masih menjadi persoalan.

Baca juga: Keterbatasan Faskes Jadi Tantangan di Pulau Nias, FK USU Perkuat Layanan Kesehatan

"Hampir 200 ribu data belum diinput karena maintanance dari aplikasi terlalu sering  dan ini diakui oleh Menkes sendiri," ucapnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat  untuk melakukan CKG sejak dini juga masih cukup minim meski pun sudah tertera dengan jelas gratis.

"Tentu masih ada kendala terkait kapasitas SDM dalam menjalankan CKG, terutama daerah yang jauh dari akses utama dalam hal ini kita menjalankan CKG di 619 Puskesmas se-Sumut," katanya

Dikatakannya, ada beberapa Puskesmas yang memang masih terbatas SDM untuk menjalankan CKG.

"Ada juga kendala partisipasi masyarakat. Jadi memang masyarakat masih ada yang belum antusias mengikuti CKG ini walau pun sudah ada diberikan label gratis," tuturnya.

Padahal, program CKG di rumah sakit, klinik atau laboratorium swasta itu biayanya cukup mahal.

"Untuk itu kita perlu meningkatkan lagi sosialisasi partisipasi masyarakat untuk CKG sejak dini," jelasnya.

Untuk mengejar target realisasi, pihaknya fokus memantau CKG di Medan.

"Ini cukup variatif ya, tapi kami konsen dengan Medan. Karena Medan ini yang secara administratif paling tinggi jumlah penduduknya. Dan paling minin kendala seperti yang disebutkan di atas," katanya.

Menurutnya, meski Medan paling banyak jumlah penduduknya masih jauh dari harapan capaian target CKG di sana.

"Ini memang konsen Kota Medan untuk pencapaian CKG. Karena kalau berhasil di Medan sudah cukup mengurangi beban capaian target tersebut," jelasnya.  

Diketahui, berdasarkan catatan Tribun Medan, Program CKG dibuat oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan diresmikan sejak 10 Februari 2025. Program ini masih terus berjalan di seluruh Puskesmas di Indonesia.

Untuk mendapatkan layanan CKG ini, masyarakat hanya perlu mendownload dan mendaftarkan diri ke Aplikasi Satu Sehat milik Kemenkes di Hp Android masing-masing.

Kemudian, setelah pengisian data akan ada jadwal CKG  yang muncul. Anda bisa langsung datang ke Puskesmas yang telah ditetapkan di aplikasi tersebut sesuai jadwal. Semua pengecekan ini gratis.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.