TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beredar isu miring terkait kunjungan ke tempat spa, akun Instagram milik anggota DPRD Kota Semarang berinisial YY justru berubah nama secara misterius menjadi 'Bolone PSK'.
Sang kuasa hukum dengan tegas membantah keterlibatan kliennya dalam tuduhan tersebut dan mengklaim akun Instagram YY telah menjadi korban peretasan pihak tak bertanggung jawab.
Baca juga: Ini Sikap PDIP Semarang Soal YY Kadernya yang Kepergok Pijat Plus-plus Oleh Istrinya
Proses penanganan aduan dugaan pelanggaran kode etik terhadap anggota DPRD Kota Semarang berinisial YY masih bergulir di Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Semarang.
Setelah menjalani klarifikasi di hadapan BK, kuasa hukum YY, Zainal Petir menyebut kliennya membantah tuduhan mengunjungi spa plus-plus sebagaimana berkembang di media sosial.
Zainal mengatakan, lokasi spa yang didatangi kliennya merupakan tempat spa resmi yang memiliki izin usaha.
Menurut dia, pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada pengelola spa.
"Saya sudah tanyakan kepada pengelola spa-nya. 'Mas, spa-mu iki spa plus plus bukan?' 'Ya enggak toh, Pak. Kalau plus-plus ya enggak mungkin istilahnya bisa beroperasi. Karena kami spa-nya itu spa untuk refleksi,'" kata Zainal Petir melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026).
Ia mengklaim, tempat tersebut merupakan spa untuk kebugaran yang memiliki izin resmi serta tenaga terapis profesional.
"Untuk kebugaran. Punya izin. Jadi salah satu syarat untuk pendirian spa yang resmi itu kan harus satu, tenaganya itu juga harus profesional. Betul-betul dia terapis yang bisa nerapi. Kedua, tidak boleh ada praktik prostitusi," tuturnya.
Zainal juga menyebut pengelola spa tergabung dalam paguyuban sehingga, menurutnya, tidak diperbolehkan menjalankan praktik prostitusi.
"Dan dia juga ikut paguyuban, jadi enggak boleh. Enggak ada, salah, keliru kalau ngomong itu spa plus-plus. Pasti sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Semarang," katanya.
Saat ditanya terkait kedatangan YY ke tempat tersebut, menurutnya hanya relaksasi.
"Relaksasi. Relaksasi," ucapnya.
Menurut dia, kliennya memilih tidak banyak memberikan tanggapan di ruang publik karena menganggap persoalan tersebut merupakan masalah internal keluarga.
"Jadi dari spa kemarin kan diserang seperti itu, jadi dia lebih baik diam, karena ini kan masalah internal keluarga," tutunya.
Ia juga mengatakan, kliennya tidak ingin membuka persoalan rumah tangga demi kepentingan anak.
"Nah, kalau masalah internal keluarga nanti malah saling buka aib. Wong kalau mau bicara buka aib ya bisa juga membuka aib istrinya maupun mertuanya, gitu loh. Tapi enggak mau. Mengingatkan anak nanti kan bisa besar," katanya.
Terkait laporan yang diajukan istri YY ke BK DPRD Kota Semarang, Zainal menyebut langkah tersebut merupakan hak pelapor.
"Ya itu hak dia yang melakukan pengaduan," katanyam
Namun, ia menegaskan seluruh tuduhan telah diklarifikasi oleh kliennya di hadapan BK.
"Dan pengaduan itu juga sudah diklarifikasi oleh Pak Yosi. Dia tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh istrinya," katanya.
Zainal juga menjelaskan terkait kronologi aktivitas YY sebelum mendatangi spa. Menurut dia, kliennya baru selesai bermain golf dan sempat berencana menuju kantor DPRD.
Namun karena baterai mobil listrik yang digunakan mulai menipis, YY memutuskan mencari lokasi pengisian daya.
"Itu kan dari golf. Setelah dari golf itu pulang golf. Itu rencana mau ke kantor dewan. Jadi mengembalikan laporan apalah gitu loh. Tapi ketika mau lapor ke dewan itu kan mobil listriknya itu sudah setengah. Maka dia mau ngecas," dalihnya.
Ia mengatakan lokasi pengisian daya di kawasan Krapyak dipilih karena memiliki lebih banyak fasilitas pengisian cepat dibanding lokasi lainnya.
Klaim Akun Instagram Diretas
Selain menanggapi proses di BK, Zainal juga mengungkapkan akun Instagram milik YY diduga diretas.
Ia mengatakan nama akun sempat diubah menjadi "Bolone PSK".
"Akunnya itu dirubah namanya menjadi Bolone PSK," bebernya.
Zainal juga menyebut upaya peretasan sebenarnya sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.
"Sebelum akun pelapor diretas pada sekitar bulan Mei dan bulan Juni pernah dilakukan percobaan peretasan akun. Akan tetapi belum pernah berhasil," katanya.
Menurutnya, peretasan baru berhasil pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Baru tanggal 9 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 diketahui akun Instagramnya Yosi itu telah berhasil diretas," ujarnya.
Ia menambahkan, setelah akun dikuasai pihak lain, muncul unggahan yang dinilai tidak pantas.
Zainal mengatakan kliennya tidak ingin melihat langsung unggahan tersebut karena merasa jijik, tetapi mendapat informasi dari rekan-rekannya.
"Dia enggak mau melihat, tapi dikasih tahu oleh teman-temannya. Karena menjijikan itu loh. Maksudnya ya anulah bahasanya tidak senonoh kan gambar-gambarnya," tuturnya.
Terkait dugaan peretasan akun Instagram, Zainal mengatakan YY berencana melapor ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.
Namun, pelaporan masih menyesuaikan agenda kliennya yang sedang berada di luar kota.
"Rencana sih tadi, cuman kan Pak Yosi masih ada acara di luar kota. Rencana sih besok, ya. Tapi apakah besok SPKT-nya ada atau tidak," jelasnya.
Klarifikasi
Sebelumnya, Ketua BK DPRD Kota Semarang, Giyanto menyatakan BK telah meminta klarifikasi kepada pelapor maupun terlapor.
Giyanto mengatakan, tahapan klarifikasi terhadap kedua belah pihak telah dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun BK.
"Ya, yang sudah kita jadwalkan, kita melalui proses rapat BK yang sudah kami atur jadwal-jadwalnya. Ya, kemarin lusa kita panggil pengadu," kata Giyanto ditemui Tribun Jateng usai tahap klarifikasi di gedung DPRD, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, pelapor telah dimintai keterangan mengenai isi aduan yang sebelumnya disampaikan kepada BK.
Setelah itu, BK memanggil pihak terlapor pada hari tersebut.
Baca juga: Klarifikasi ke BK DPRD, Mas Yosi Akui Datangi Tempat Spa Namun Bantah Adanya "Pijat Plus"
Ia menjelaskan, hasil klarifikasi tersebut selanjutnya akan dikaji oleh anggota BK sebelum memasuki tahapan sidang etik.
"Setelah ini kita kaji dengan teman-teman BK, terus kita nanti kalau bisa diselesaikan dengan kajian yang kita telaah ini tidak terlalu berat melihat dengan saksi. Kita masih menunggu bukti-bukti, ya. Dari keterangan ini buktinya dari keterangan Mas Yosi, kita tunggu buktinya. Kita nanti akan ada namanya persidangan," imbuhnya. (idy)