Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks panduan tata perayaan ekaristi Minggu 12 Juli 2026.
Teks panduan tata perayaan ekaristi lengkap renungan harian Katolik.
Teks panduan tata perayaan ekaristi disiapkan untuk hari biasa pekan XV tahun A dengan warna liturgi hijau.
Para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, siapkan buku nyanyian. Demi menjaga kekhusyukan suasana, sedapat mungkin semua alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai ibadah, Pemimpin (P) berkata:
P: Penolong kita ialah Tuhan.
U: Yang menjadikan langit dan bumi.
Kemudian dilanjutkan dengan lagu pembuka yang sesuai untuk Masa Biasa.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Minggu 12 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan Minggu Biasa Kelima belas dalam Masa Biasa. Bacaan pertama dan bacaan Injil mengajak kita untuk menerima Sabda Tuhan, meresapkannya ke dalam hati kita dan menumbuhkannya dalam hidup kita setiap hati. Kata Yesus, "Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Sabda Tuhan adalah benih kehidupan. Jika kita menanam benih, memperhatikan dan memeliharanya, maka ia akan tumbuh dan menghasilkan makin banyak buah. Demikian juga Sabda Tuhan. Sabda itu menjadi benih dalam hidup kita. Tuhan mengharapkan agar kita menyiapkan hati kita dan lingkungan kita agar benih itu dapat bertumbuh dan berkembang. Dalam bacaan kedua, kita diajak untuk bertahan dalam perjuangan hidup kita, agar kita dapa memperoleh keselamatan kekal kelak. Semoga kita tidak menyerah ketika ada tantangan menerpa kita. Mari kita siapkan hati kita untuk perayaan ini. Kita memohonkan bantuan Tuhan agar kita tidak mudah menyerah dalam menumbuhkan benih Sabda Tuhan itu dalam diri kita dan dalam keluarga kita. [hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah Bapa yang mahakuasa, Engkau selalu menginginkan keselamatan kami. Engkau membantu kami dengan menanamkan benih Sabda-Mu dalam hati kami. Semoga kami selalu berupaya untuk menumbuhkan benih itu dalam hidup harian kami agar menghasilkan buah yang baik dalam sikap dan perilaku kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda
Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Yes. 55:10-11)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuhtumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Luk. 8:8)
Benih jatuh di tanah yang baik, dan menghasilkan buah. Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13,14 Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya.
Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. (Refren) Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
(Refren)
Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak;
tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; (Refren)
Padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba,
lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi. (Refren)
09. BACAAN KEDUA (Rm. 8:18-23)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Saudara-saudari, aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi
oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil
menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Benih itu adalah Sabda Allah, penaburnya adalah Kristus, * orang yang menerima Dia memperoleh kehidupan abadi.
U : Alleluia
11. INJIL (Mat. 13:1-23)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan dipinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan tentang benih untuk menjelaskan bagaimana Sabda Tuhan itu bekerja. Dalam bacaan pertama kita mendengar bahwa Sabda Tuhan itu ibarat hujan yang membasahi bumi dan membuat semuanya bertumbuh. Sabda Tuhan memiliki daya untuk membuat orang yang menerimanya menjadi baik dan bertumbuh dalam iman yang baik. Untuk bertumbuh dengan baik, mari kita dalami dua hal yang disebutkan dalam Injil tadi, yaitu penabur dan tanah yang menerimanya. Pertama, penabur. Kitab Suci tidak menyebutkan siapa yang menjadi penabur Sabda Tuhan. Kita bisa mengandaikan bahwa itu adalah Tuhan. Tetapi, bisa jadi bahwa kita semua adalah penabur benih itu. Kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Dalam Injil disebutkan bahwa penabur itu menaburkan benih di mana saja. Seturut kebiasaan pada masa itu, benihbenih itu dihamburkan atau ditaburkan saja di atas ladang, yang berakibat ia jatuh di berbagai tempat termasuk di tempat yang tidak diharapkan. Hal ini menginspirasi kita bahwa kita bisa menjadi pewarta Sabda Tuhan di mana saja kita berada. Kita menaburkan kebaikan, hidup secara benar dan berbuat adil di mana pun kita berada. Kebaikan kita tidak bergantung dari tempat atau orang yang kita hadapi, tetapi itu keluar dari diri kita karena kita sudah menerimanya dari Tuhan. Mungkin ini juga kritikan bagi kita yang kadangkala berkompromi di tempat kerja kita atau dengan teman-teman kita yang membuat kita tidak bisa lagi menaburkan benih Sabda Tuhan. Kedua, tanah. Benih itu dihamburkan ke mana saja. Tanah yang menerimanya akan juga mempengaruhi pertumbuhan benih. Injil menyatakan bahwa hanya benih yang jatuh di tanah suburlah yang menghasilkan berlipat-lipat ganda. Itu juga yang selalu kita inginkan. Meskipun demikian, Injil juga mencatat bahwa ada tiga model tanah lain yang tidak bisa menghasilkan. Bisa jadi kita temukan tanah-tanah model itu di dalam diri kita atau di dalam keluarga kita. Kita melihat bahwa tantangan zaman kini, membuat tanah yang subur bisa menjadi tandus. Inilah sebuah undangan bagi kita semua. Kita diundang untuk saling membantu agar bisa menciptakan suasana yang baik dan yang memungkinkan agar tanah yang subur bisa tetap subur dan tanah yang tandus bisa digembur menjadi subur. Tuhan mau agar Sabda-Nya menemui lahan yang subur. Kita bisa mencoba menciptakan lahan subur ini dengan membiasakan doa bersama dalam keluarga, menghidupi kejujuran dan saling menolong, karena buah yang baik datang dari pohon yang baik.
13. HENING SEJENAK
Sabda Tuhan dan
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Saudara-saudari terkasih, marilah berdoa kepada Allah Bapa di surga, agar kita mampu
mendengarkan Sabda-Nya serta menghasilkan buah berlimpah dalam hidup dan karya kita, seraya mengucapkan:
Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan.
P : Bagi Gereja yang kudus. Semoga Roh Kudus berkenan menerangi Gereja-Nya dalam tugas
pewartaan Sabda Tuhan, supaya terbuka akan tanda-tanda zaman dan dapat menanggapinya dengan bahasa yang dapat dimengerti umat beriman. Marilah kita mohon…
P : Bagi para pemimpin pemerintahan. Semoga Allah Bapa membimbing para pemimpin pemerintahan agar mampu menyuarakan hati nurani rakyat, serta menyatakan kebenaran dengan berani dan jujur, sehingga masyarakat yang dipimpinnya merasakan keadilan dan kedamaian, Marilah kita mohon…
P : Bagi para petani dan peramu. Semoga Allah Bapa menganugerahi cuaca yang baik dan membantu
para petani dan peramu, agar mereka dapat mengolah tanah, menanam, dan menghasilkan tuaian yang berlimpah. Dan semoga kita semua tahu menghargai dan berterima kasih atas jerih payah mereka. Marilah kita mohon….
P : Bagi kita sekalian. Kita berdoa, semoga Roh Kudus menyadarkan kita agar memberi perhatian lebih pada Sabda Allah daripada kesibukan karya sehari-hari, dan senantiasa menjadi pedoman hiudp satu-satunya.
Marilah kita mohon….
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Tuhan, bersabdalah, hamba-Mu siap mendengarkan. Semoga Sabda-Mu membawa buah berlimpah dalam diri kami, terlebih dalam karya dan perutusan yang saat ini Engkau percayakan kepada kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang
berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].
17. DOA PUJIAN
Mzm 113
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari yang terkasih, kita bersatu hati memuji dan mensyukuri segala kebaikan Allah. Maka marilah kita berseru: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi. Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita.
Datanglah ke hadapan Dia dengan sorak gembira, dan marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Ketahuilah bahwa Tuhanlah Allah. DIalah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini
umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Maka, marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Masukilah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur; masuklah ke tempat kudus-Nya dengan puji-pujian. Maka, marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya; Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama
lamanya, dan kesetiaan-Nya turun temurun. Marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Maka, ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati
komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan
Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku
terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di
sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur.
21. MENDOAKAN MAZMUR 1
[Bisa didoakan secara bersama-sama] Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa
dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan
sepanjang segala abad. Amin
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari, Tuhan menginginkan agar kita semua menerima benih Sabda Tuhan dan menumbuhkannya dalam ladang hati kita. Mari kita siapkan hati kita agar benar-benar menjadi ladang yang subur bagi pertumbuhan Sabda Tuhan, hingga pada akhirnya kita dapat menghasilkan buah-buah yang baik dalam hidup kita. Untuk itu, mari kita beri
waktu untuk mendalami Sabda Tuhan setiap hari.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Allah yang maharahim, kami telah menimba kekuatan dalam perayaan ini. Teguhkanlah kami
selalu agar tanah hati kami selalu menjadi tanah yang subur bagi Sabda-Mu. Semoga keluarga kami juga menjadi tanah dan tempat yang subur bagi bertumbuh dan berkembangnya Sabda-Mu yang berbuah dalam sikap dan perilaku kami setiap hari. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
24. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
25. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
26. LAGU PENUTUP .
(Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).