Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Syahrul Said Refideso
TRIBUNPAPUABARATCOM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, secara resmi menutup penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat.
Yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik Bintuni, Teluk Bintuni ,Papua Barat. Jumat (10/7/2026) Malam.
Turut hadir Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, Ketua Umum LP3KD Provinsi Papua Barat Robert Hammar, Anggota DPR Papua Barat, Ketua DPRK Teluk Bintuni Romilus Tatuta, serta pimpinan OPD pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni serta tamu undangan dan peserta pesparani.
Baca juga: PELNI Permudah Beli Tiket Kapal: Cek Harga, Jadwal dan Check-In Bisa Lewat Aplikasi Mobile
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pesparani yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita.
Menurutnya, selama empat hari pelaksanaan kegiatan, Teluk Bintuni menjadi rumah bersama bagi seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-Papua Barat.
"Malam ini adalah malam yang penuh rasa syukur. Ada kebahagiaan, ada rasa bangga, namun juga ada sedikit rasa haru karena empat hari kebersamaan kita telah berakhir. Pesparani mengajarkan bahwa ketika iman dipadukan dengan kasih, maka perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan," ujar Yohanis Manibuy.
Bupati mengatakan, melalui seluruh rangkaian Pesparani, masyarakat belajar bahwa seperti sebuah paduan suara yang menghasilkan harmoni karena setiap penyanyi saling melengkapi, demikian pula Papua Barat hanya akan menjadi daerah yang damai dan maju apabila seluruh masyarakat saling menghargai, saling melayani, dan berjalan bersama dalam semangat persaudaraan.
Ia mengajak seluruh peserta membawa pulang nilai-nilai Pesparani ke keluarga, gereja, masyarakat, maupun tempat pengabdian masing-masing.
"Kita jadikan semangat pelayanan, kasih, dan persaudaraan sebagai irama dalam kehidupan sehari-hari agar Papua Barat terus menjadi rumah bersama yang damai, inklusif, dan diberkati Tuhan," katanya.
Baca juga: Masyarakat Adat Weriagar Tolak Rumah Baja Ringan dari BP Tangguh, Ternyata Ini Penyebanya
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Bupati mengucapkan selamat sekaligus berharap mereka dapat terus mempersiapkan diri untuk mewakili Papua Barat pada ajang Pesparani Nasional.
Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia meminta agar tidak berkecil hati.
"Sesungguhnya tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Yohanis Manibuy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Pesparani, mulai dari panitia pelaksana, LP3KD Papua Barat, dewan juri, para pastor, relawan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga seluruh masyarakat Teluk Bintuni yang telah menjadi tuan rumah yang baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani Katolik IV Papua Barat, Joko Lingara dan sekaligus Wakil Bupati Teluk Bintuni menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, panitia, relawan, serta seluruh masyarakat atas dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama penyelenggaraan Pesparani dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta serta tamu undangan.
"Atas nama panitia, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan seluruh masyarakat, kami memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dalam pelayanan. Kami berharap seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat serta membawa kenangan baik dari Teluk Bintuni," katanya.
Ketua Umum LP3KD Provinsi Papua Barat, Robert Hammar, dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang dinilai telah berhasil menjadi tuan rumah Pesparani IV Papua Barat.
Ia menjelaskan bahwa kualitas penampilan peserta terus mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Karena itu, ia berharap pemerintah kabupaten dan provinsi terus memberikan dukungan, khususnya dalam pembinaan serta penganggaran agar prestasi kontingen Papua Barat pada ajang nasional semakin meningkat.
Robert juga mengumumkan bahwa berdasarkan keputusan bersama, Kabupaten Teluk Wondama ditetapkan sebagai tuan rumah Pesparani Katolik V Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2029. (*)