Sebuah video yang memperlihatkan proses evakuasi seorang bayi dari bawah jembatan besi Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, mendadak viral di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, Sabtu (11/7/2026) pagi.
Tayangan video berdurasi 12 detik tersebut memicu keprihatinan luas sekaligus mengundang doa dari banyak warga.
Dalam video yang beredar, bayi terlihat berada di bawah jembatan dengan kondisi terbungkus kantong plastik berwarna putih yang tampak terpapar bercak merah.
Beberapa warga bersama seorang anggota TNI kemudian turun ke lokasi untuk mengangkat bayi itu ke daratan agar segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Informasi diperoleh anggota TNI tersebut adalah Babinsa di Kecamatan Jorong Serma Sugiyanto yang sedang dalam perjalanan dan kebetulan melintasi jembatan Pabahanan.
Melihat ada kerumunan warga di sekitar jembatan di jalur poros Pelaihari-Banjarmasin itu, ia pun segera menepi dan menanyakan apa yang terjadi. Semula diperkirakan ada kecelakaan lalu lintas.
Ia lalu turun dan kemudian mengangkat pelan bayi itu. Lalu selanjutnya membawanya ke rumah sakit terdekat.
Peristiwa tersebut sontak menghebohkan masyarakat Tanahlaut. Tak sedikit warga yang mengaku terenyuh setelah menyaksikan video evakuasi yang beredar luas sejak Sabtu pagi.
Seorang warga Pelaihari yang ditemui di dekat jembatan, Hani, mengatakan tayangan itu membuatnya ikut prihatin dan berharap bayi tersebut dapat diselamatkan.
"Waktu melihat videonya di grup keluarga, saya benar-benar sedih. Rumah tak jauh, jadi langsung mendekat ke jembatan. Semoga bayinya selamat dan orang yang tega meninggalkannya segera ditemukan," ujar warga Angsau ini.
Warga lainnya juga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Aparat masih melakukan penyelidikan, sementara masyarakat menunggu informasi resmi terkait perkembangan kasus tersebut.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru ketika dikonfirmasi mengatakan masih sedang kroscek ke anggota untuk informasi lebih jelas.
Pantauan di lokasi, personelnya yakni dari Unit PPA langsung turun ke lokasi untuk menggali informasi dari warga sekitar dan membawa barang bukti lain yang masih tertinggal di lokasi penemuan.