TRIBUNNEWS.COM - Timnas Portugal resmi memasuki era baru setelah menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih kepala menggantikan Roberto Martinez.
Penunjukan dilakukan setelah tim berjuluk Selecao das Quinas itu gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026.
Berstatus sebagai juara UEFA Nations League 2025 dan salah satu favorit juara, Selecao justru harus angkat koper lebih cepat usai takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri masa kerja Roberto Martinez yang akhirnya memutuskan untuk mundur setelah tiga tahun bersama Portugal.
Kini Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mempercayakan tongkat estafet kepada sosok pelatih yang berasal dari negara mereka sendiri, Jorge Jesus, dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030.
Football enthusiast asal Boyolali, Rizky Yuwana menilai keputusan tersebut sejalan dengan sejarah Piala Dunia.
"Seharusnya memang pelatih itu harus dari negara sendiri, karena sejarahnya belum pernah ada negara juara Piala Dunia dengan pelatih impor atau asing," ujar Rizky.
Fakta memang menunjukkan sejak edisi pertama Piala Dunia pada 1930 hingga turnamen 2022 di Qatar, seluruh negara yang menjadi juara selalu ditangani pelatih berkebangsaan sama dengan negaranya.
Artinya, belum pernah ada tim yang mengangkat trofi Piala Dunia bersama pelatih asing.
Dengan pengalaman panjang menangani klub-klub elite Portugal hingga sukses bersama Flamengo, Al Hilal, dan Al Nassr, Jorge Jesus dinilai memenuhi profil yang diinginkan FPF.
Namun, salah satu perhatian terbesar dari penunjukan ini adalah bagaimana sikapnya terhadap Cristiano Ronaldo di tim nasional.
Alih-alih menutup pintu, Jorge Jesus justru memberikan sinyal kuat bahwa sang megabintang masih memiliki tempat di skuad Selecao.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Hadiahi IShowSpeed Sepatu Piala Dunia 2026, Hanya Diproduksi Dua Pasang
Cristiano Ronaldo sebelumnya sudah mengatakan Piala Dunia 2026 ini adalah Piala Dunia terakhirnya.
Meski demikian, peraih lima Ballon d'Or itu belum menyatakan pensiun dari tim nasional Portugal.
Situasi tersebut membuat Jorge Jesus membuka peluang besar untuk kembali memanggil mantan anak asuhnya di Al Nassr.
"Saya belum berbicara dengan Cris. Dia tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional maupun bagi saya," kata Jorge Jesus, dikutip dari Record.
Menurutnya, Ronaldo adalah simbol sepak bola Portugal yang telah mengukir sejarah luar biasa.
Karena itu, keputusan mengenai masa depannya akan dibicarakan secara langsung.
"Ketika waktunya tiba, saya akan berbicara dengan Cris dan juga dengan pemain lainnya secara pribadi."
"Cris adalah simbol Portugal. Dia akan tercatat dalam sejarah. Saya sangat senang pernah bekerja bersamanya karena dia sangat mudah diajak bekerja sama," kata pelatih berusia 71 tahun ini.
Jesus juga mengungkapkan Ronaldo pernah mengatakan kepadanya ingin mengakhiri karier klub bersama Al Nassr.
Namun, jika kondisi sang striker masih layak membela tim nasional, maka peluang kembali dipanggil tetap terbuka.
"Kalau dia memang berada dalam kondisi yang pantas dipanggil, saya akan memanggilnya," jelas Jorge Jesus.
Dalam konferensi pers perdananya, Jorge Jesus menegaskan dirinya tidak pernah memilih pemain berdasarkan usia.
Menurutnya, kualitas dan performa tetap menjadi tolok ukur utama.
Pelatih yang pernah menangani Benfica, Flamengo, Al Hilal, hingga Al Nassr itu bahkan menjadikan Ronaldo sebagai contoh terbaik.
"Usia tidak penting. Lihat saja Cris," kata dia.
Jesus mengaku selama semusim bekerja bersama Ronaldo di Al Nassr, sang striker hampir tidak pernah mengalami cedera.
Ia juga masih mampu menunjukkan performa fisik yang mengesankan.
"Saat bersama saya, dia berlari sekitar delapan kilometer setiap pertandingan dan bisa mencapai kecepatan lebih dari 25 kilometer per jam."
"Dia bermain ketika saya merasa itu memang diperlukan. Kadang saya juga tidak membawanya ke bangku cadangan, tetapi tidak pernah ada masalah," ungkapnya.
Musim lalu Ronaldo tampil dalam 31 dari 50 pertandingan Al Nassr di bawah asuhan Jorge Jesus.
Selama periode tersebut, Jesus tercatat 16 kali mengganti Ronaldo di tengah pertandingan tanpa memunculkan konflik.
Baca juga: Langkah Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 Berakhir, Al Nassr Beri Libur Tambahan ke CR7
Meski membuka peluang bagi Ronaldo, Jorge Jesus memastikan tidak ada pemain yang mendapat perlakuan istimewa.
Baginya, semua pemain akan dinilai berdasarkan kontribusi di lapangan.
Ia bahkan mengungkap pernah mengambil keputusan berani terhadap Neymar ketika masih melatih Al Hilal.
"Nama besar tidak menentukan. Yang menentukan adalah permainan."
"Kalau performanya tidak bagus, siapa pun pemainnya akan diganti."
"Saya sudah melatih dua dari tiga pemain terbaik dunia, yakni Ronaldo dan Neymar. Kepada Neymar, saya pernah mengatakan, 'Sudah selesai'."
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa reputasi bukan jaminan tempat di skuad Portugal.
Jorge Jesus mengaku sangat bangga akhirnya mendapat kesempatan melatih negaranya sendiri untuk pertama kali dalam karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 36 tahun.
Ia optimistis Portugal masih memiliki materi pemain yang mampu bersaing di level tertinggi.
"Saya bangga menjadi orang Portugal dan mendapatkan kesempatan ini. Saya akan melatih salah satu tim nasional terbaik di dunia, sekaligus negara saya sendiri," ujarnya.
Laga perdana Jorge Jesus bersama Portugal dijadwalkan berlangsung pada 24 September, saat Selecao menghadapi Wales dalam pertandingan UEFA Nations League.
Dengan pengalaman panjang menangani klub-klub besar di Portugal, Brasil, dan Arab Saudi, Jorge Jesus kini diharapkan mampu membawa Portugal bangkit dari kegagalan di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, pernyataannya mengenai Cristiano Ronaldo juga menjadi sinyal bahwa perjalanan sang legenda bersama tim nasional kemungkinan belum benar-benar berakhir.
(Tribunnews.com/Tio)