Krisis BBM Aceh Tamiang Belum Teratasi, Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu
Muliadi Gani July 11, 2026 01:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG – Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama sepekan terakhir mulai berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

Selain antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), harga Pertalite di tingkat eceran kini melonjak hingga Rp25 ribu per botol ukuran air mineral.

Kenaikan harga tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Sebelum terjadi kelangkaan, Pertalite eceran umumnya dijual sekitar Rp13 ribu per botol.

Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM karena stok di SPBU sangat terbatas.

Antrean kendaraan bahkan mengular hingga berjam-jam dan mulai mengganggu arus lalu lintas di Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh yang melintasi Aceh Tamiang.

"Antrean di SPBU panjang sekali, pernah sampai tiga jam baru bisa dapat," kata Irsan, seorang pengendara sepeda motor, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, meski berhasil memperoleh BBM, pembelian tetap dibatasi karena stok yang dimiliki pedagang maupun SPBU sangat terbatas.

"Satu kendaraan hanya boleh satu botol karena persediaan mereka juga sedikit," ujarnya.

Baca juga: Berlaku di NTT, Kendaraan Penunggak Pajak Dilarang Beli BBM Bersubsidi 

Hingga kini, belum terlihat adanya penanganan yang mampu mengatasi kelangkaan BBM di Aceh Tamiang.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena berdampak pada aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga pelayanan di berbagai sektor.

Krisis BBM di Aceh Tamiang sudah berlangsung satu pekan dan sejauh ini belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pemerintah pusat ataupun Pertamina.

Berdampak Proses Rehab Pascabanjir

Kelangkaan BBM juga menghambat proses rehabilitasi pascabanjir yang sedang berlangsung di Aceh Tamiang. 

Tim penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian RI mengaku mengalami kesulitan menjalankan survei perbaikan irigasi di lapangan akibat kendaraan operasional tidak dapat memperoleh bahan bakar.

"Jadwal survei yang direncanakan selesai dalam seminggu dipastikan tidak akan tercapai," kata Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian, Kiki Hermawan.

Baca juga: Polres Nagan Raya Amankan Tiga Pria dalam Kasus Dugaan Penyalahgunaan Pupuk dan BBM Subsidi

Sekilas Tentang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang merupakan kabupaten yang berada di wilayah timur Aceh dan menjadi pintu gerbang utama menuju Provinsi Aceh dari arah Sumatera Utara.

Kabupaten ini resmi dimekarkan dari Aceh Timur berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002.

Beberapa fakta singkat tentang Aceh Tamiang: Ibu kota: Karang Baru, dengan pusat perdagangan berada di Kota Kuala Simpang.

Letak strategis: Berbatasan dengan Kabupaten Langkat (Sumatera Utara), Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Gayo Lues, dan Selat Malaka.

Posisi ini menjadikannya jalur utama transportasi lintas Sumatra.

Luas wilayah: Sekitar 1.956 km⊃2; berdasarkan data administrasi nasional.

Perekonomian ditopang oleh sektor perkebunan (kelapa sawit dan karet), pertanian, perikanan, serta perdagangan dan jasa.

Potensi alam memiliki kawasan mangrove terluas di Aceh dan wilayah pesisir yang kaya sumber daya perikanan.

Budaya masyarakatnya merupakan perpaduan suku Tamiang, Aceh, Melayu, Jawa, Gayo, dan etnis lainnya, sehingga memiliki keragaman bahasa dan tradisi.

Sejarah dahulu wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tamiang yang telah dikenal sejak abad ke-14 dan memiliki hubungan dengan Kesultanan Aceh.

Aceh Tamiang dikenal sebagai daerah yang memiliki posisi strategis dalam perdagangan, perkebunan, dan transportasi di Aceh, sekaligus menjadi salah satu kabupaten dengan potensi besar di sektor pertanian, kehutanan mangrove, dan perikanan pesisir. 

Posisinya yang dilalui Jalan Lintas Sumatra membuat kelancaran distribusi BBM menjadi sangat penting bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas logistik.

Masyarakat berharap pasokan BBM segera kembali normal agar antrean panjang di SPBU dapat terurai, harga BBM eceran kembali stabil, dan berbagai aktivitas ekonomi serta pelayanan publik dapat berjalan tanpa hambatan.

(Serambinews.com/Rahmad Wiguna)

Baca juga: Polisi Bongkar Gudang Vape Narkoba di Rumah Kos Medan, Sita 680 Cartridge, Dua Pria Aceh Ditangkap

Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juli 2026 di Sumatera, Pertalite Tetap Rp10.000

Baca juga: Heboh! Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermulut Dua Lahir di Magetan, Pemilik Tolak Tawaran Rp1 Miliar

Sumber: SerambiNews.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.