Argentina vs Swiss: Nati Bukan Kuda Hitam Biasa, Skuad Murat Yakin Punya Modal untuk Sulitkan Messi
Drajat Sugiri July 11, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina akan menghadapi tantangan berat saat bertemu Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. 

Duel ini mempertemukan juara bertahan dengan salah satu tim yang tampil paling konsisten sepanjang turnamen.

Tim asuhan Lionel Scaloni melangkah ke delapan besar dengan catatan sempurna, yakni lima kemenangan beruntun. 

Lionel Messi menjadi motor permainan Argentina setelah mencetak delapan gol sepanjang turnamen, termasuk gol penting saat menyingkirkan Mesir di babak 16 besar.

Namun, perjalanan Albiceleste tidak sepenuhnya mulus. Setelah tampil dominan di fase grup, Argentina dipaksa bekerja keras di fase gugur.

Alibecelesta bermain cukup intens ketika menyingkirkan Tanjung Verde lewat gol bunuh diri pada babak tambahan waktu, sebelum kembali menjalani laga dramatis saat mengalahkan Mesir 3-2.

Di sisi lain, Swiss justru mencatat sejarah dengan mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. 

Pasukan Murat Yakin menyingkirkan Aljazair pada babak 32 besar, lalu mengalahkan Kolombia melalui adu penalti di babak 16 besar.

RAYAKAN GOL - Para penonton merayakan gol Joao Neves dari Portugal saat nobar di halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Palangja Raya, Kamis (18/6/2026).
RAYAKAN GOL - Para penonton merayakan gol Joao Neves dari Portugal saat nobar di halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Palangja Raya, Kamis (18/6/2026). (Tribunnews.com/Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

Baca juga: Lionel Messi Kejar Rekor Dua Digit Gol di Piala Dunia, Swiss Terancam Jadi Korban

Sejumlah pengamat menempatkan Swiss sebagai tim underdog yang bisa menjadi mangsa yang tak akan sulit bagi Argentina.

Namun, Football Analyst sekaligus konten kreator dari akun Instagram @analiskampungsebelah, Hamid Anwar, menilai laga nanti justru tidak akan berjalan mudah bagi Argentina. 

Menurutnya, Swiss sudah layak dipandang sebagai salah satu kekuatan baru Eropa, bukan lagi sekadar tim pelengkap.

"Kalau saya melihat Swiss sebenarnya bukan lagi tipe underdog. Mereka sudah menunjukkan perkembangan sejak Euro 2024, mampu menahan Jerman, menyingkirkan Italia, dan hanya kalah adu penalti dari Inggris. Itu menunjukkan kualitas mereka," ujar Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik Tribunnews.

Menurut Hamid, perkembangan Swiss juga terlihat dari data statistik yang sangat impresif sepanjang turnamen, sebagai dicatat Opta Analyst.

Rata-rata penguasaan bola La Nati mencapai 56,7 persen dengan akurasi umpan mencapai 86,5 persen. Bahkan, hampir 700 umpan sukses mereka catatkan sepanjang perjalanan menuju babak perempat final.

"Swiss menguasai pertandingan dengan rata-rata penguasaan bola 56,7 persen. Akurasi umpannya 86,5 persen. Itu statistik yang menunjukkan mereka bukan tim biasa," katanya.

Tak hanya dominan dalam penguasaan bola, efektivitas serangan Swiss juga menjadi perhatian.

Hamid menjelaskan, Swiss mampu mencetak sembilan gol dari total 9,21 expected goals (xG), angka yang menunjukkan efisiensi penyelesaian akhir mereka berada pada level sangat tinggi.

"Kalau melihat statistik, Swiss bahkan berada di atas beberapa tim besar. Mereka mencetak sembilan gol dari 9,21 expected goals. Hampir setiap peluang yang didapat mampu mereka konversi menjadi gol," jelasnya.

Karena itu, ia menilai label underdog tidak lagi pantas disematkan kepada tim berjuluk La Nati tersebut.

"Buat saya Swiss bukan underdog. Mereka memang belum beruntung di turnamen-turnamen sebelumnya, tetapi kualitas permainannya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir," lanjutnya.

SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026)
SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026) (Tribunnews.com/Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara)

Baca juga: Prediksi Skor Argentina vs Swiss: Statistik Berpihak ke Messi Cs, La Nati Punya Senjata Rahasia

Meski demikian, Hamid tetap mengakui Argentina memiliki keunggulan tersendiri yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan nanti.

Menurutnya, Lionel Messi masih menjadi pusat permainan sekaligus magnet yang mampu mengubah struktur pertahanan lawan.

"Argentina dalam dua pertandingan terakhir memang cukup kesulitan menembus area sentral lawan. Tapi mereka punya Messi. Kehadiran Messi membuat blok pertahanan lawan bergeser sehingga membuka ruang bagi pemain lain," ujarnya.

Ia juga menilai progresi vertikal Argentina menjadi salah satu senjata paling berbahaya yang harus diwaspadai Swiss.

"Progresi vertikal Argentina sangat berbahaya. Pengawasan di area sayap mereka juga bagus. Tapi aktor utamanya tetap Messi. Sulit membantah kalau Messi adalah magnet terbesar dalam permainan Argentina," terangnya.

Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, duel Argentina kontra Swiss diprediksi berlangsung jauh lebih sengit dibanding ekspektasi banyak orang. 

Argentina tetap diunggulkan berkat pengalaman dan kualitas individu, tetapi organisasi permainan serta efektivitas Swiss membuat La Nati memiliki peluang besar menciptakan kejutan dan memperpanjang kisah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.