TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Dojo se-Sumatera Utara yang digelar di Kota Binjai pada 4–5 Juli 2026 berlangsung sukses. Sebanyak 98 atlet dari 13 dojo yang berasal dari lima kabupaten dan kota ambil bagian dalam ajang pembinaan tersebut.
Kejuaraan diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkemi Sumatera Utara bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan (Yaspend) PABA Binjai. Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, kompetisi ini juga bertujuan mempererat tali persaudaraan antar-dojo di Sumatera Utara.
Ketua Pengprov Perkemi Sumut, Darwin SE, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan. "Kejuaraan ini merupakan bagian dari komitmen Pengprov Perkemi Sumatera Utara dalam membina atlet secara berjenjang dan berkesinambungan. Kami bangga melihat antusiasme dojo-dojo yang hadir dari berbagai daerah," ujarnya.
Darwin menegaskan, menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama dalam kejuaraan ini. Menurutnya, para kenshi diharapkan mampu menunjukkan disiplin, sportivitas, keberanian, serta nilai persaudaraan yang menjadi dasar ajaran Shorinji Kempo. "Kami berharap kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional," katanya.
Ketua Panitia, Novi Milvizar SH, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kejuaraan berjalan aman dan lancar.
"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh rangkaian kejuaraan dapat terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengprov Perkemi Sumatera Utara, Sekolah PABA Binjai, para wasit dan juri, pelatih, official, atlet, orang tua, sponsor, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini," ucapnya.
Baca juga: Empat Wilayah Koordinator Diturunkan, SMeCK Hooligan Siap Kawal PSMS Medan di Piala Presiden Elite
Novi menjelaskan, kejuaraan mempertandingkan 21 nomor, terdiri atas 12 nomor randori dan sembilan nomor embu. Seluruh pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan persaudaraan. "Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, mempererat persaudaraan, dan mengukur hasil latihan para kenshi di Sumatera Utara," jelasnya.
Setelah melalui persaingan yang ketat, Dojo Thamrin Kota Medan keluar sebagai juara umum. Posisi kedua ditempati Dojo SMP PABA Kota Binjai, sedangkan peringkat ketiga diraih Dojo Alam Permai Kabupaten Deliserdang.
Keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini semakin mempertegas komitmen Pengprov Perkemi Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet kempo di daerah. Melalui kompetisi yang berkesinambungan, diharapkan semakin banyak atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, disiplin, dan kepemimpinan. (cr29/Tribun-Medan.com)