‘Banyak yang tak ingin kami menang’: Pelatih Argentina tanggapi tudingan keberpihakan FIFA
Aurora Nightingale July 11, 2026 06:59 PM

Pelatih kepala tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menolak tudingan bahwa FIFA memberikan perlakuan istimewa kepada juara bertahan dalam ajang Piala Dunia FIFA yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa tudingan semacam itu bukanlah hal baru dan justru menjadi motivasi tambahan bagi para pemainnya.

Berbicara menjelang laga perempat final Argentina melawan Swiss pada hari Minggu, Scaloni menyatakan bahwa kritik yang diarahkan kepada timnya justru memperkuat tekad skuadnya dalam upaya meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.

Perdebatan terkait dugaan bahwa Argentina mendapatkan keuntungan dari FIFA semakin ramai dibicarakan sepanjang turnamen, terutama di media sosial.

Kontroversi tersebut semakin memanas setelah kemenangan Argentina atas Mesir di babak 16 besar, ketika satu gol Mesir dianulir setelah tinjauan VAR, sementara permintaan penalti Mesir lainnya diabaikan. Keputusan tersebut memicu kritik dari staf pelatih Mesir dan sebagian pendukung yang mempertanyakan kinerja wasit.

Beberapa penggemar juga berpendapat bahwa FIFA memiliki kepentingan komersial untuk memastikan Lionel Messi dan Argentina tetap bertahan di turnamen. Namun, klaim tersebut sejauh ini masih sebatas opini tanpa bukti yang terverifikasi.

Scaloni menepis tudingan tersebut dan menyebut bahwa sorotan yang mereka terima muncul karena status Argentina sebagai juara dunia bertahan.

“Masalahnya, mungkin ada lebih banyak orang yang tidak ingin kami menang karena kami memenangkan yang terakhir, dan ya, kami menyadarinya. Dan memang, hal itu memengaruhi para pemain. Kami gunakan kritik atau komentar itu untuk memberontak, untuk melakukan perlawanan dan membuat para pemain tampil lebih baik lagi,” ujar Scaloni kepada wartawan pada hari Sabtu.

Pelatih asal Argentina itu juga menambahkan bahwa tudingan serupa sudah mengikuti negaranya selama beberapa dekade, termasuk saat mereka menjuarai Piala Dunia 1986.

“Sudah lama sekali, 40 tahun seperti yang Anda katakan, sejak 1986, bukan? Saat itu pun mereka bilang kami diuntungkan. Jadi ini bukan hal baru. Sejauh yang saya ingat, Argentina selalu menjadi salah satu tim yang memanaskan turnamen, selalu. Dan dalam arti tertentu, seperti yang Anda katakan, hal itu digunakan untuk menunjukkan kepada para pemain bahwa ada orang-orang yang tidak ingin Argentina menang. Tapi itu hal yang wajar, sama seperti akan ada orang yang tidak ingin tim nasional lain menang,” kata Scaloni.

Pelatih berusia 47 tahun itu juga membela penggunaan teknologi VAR, dengan menegaskan bahwa sistem tersebut nyaris tidak memberikan ruang bagi manipulasi.

“Saya pikir dengan VAR dan semua hal ini, sangat sulit bagi siapa pun untuk membantu Anda. Sangat sulit, sangat sulit. Tidak ada interpretasi ganda dengan VAR. Selain itu, mereka sudah menjelaskan secara jelas kepada kami dalam kursus sebelum Piala Dunia dimulai. Mereka menunjukkan semua rekamannya. Begini cara kerjanya, seperti ini dan seperti itu. Dan sejauh ini semuanya dijalankan sesuai aturan,” tambahnya.

Argentina akan melanjutkan perjuangan mempertahankan gelar mereka saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia FIFA pada hari Minggu, 12 Juli.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.