BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di balik teriknya matahari yang membakar kulit, semangat rombongan Farm Trip Pesona Budaya Jerieng justru kian membara saat menginjakkan kaki di Dusun Aik Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu (11/7/2026).
Kedatangan mereka disambut bukan dengan seremonial kaku, melainkan dengan hangatnya alunan tari Campak dan Mak Inang yang memikat di halaman Rumah Adat Gebong Memarong.
Rumah adat ini bukan sekadar bangunan kayu tua. Ia adalah gerbang waktu yang membawa pengunjung menyelami napas kehidupan masyarakat adat Mapur yang terjaga keasliannya hingga hari ini.
Setelah larut dalam tarian, rombongan diajak menikmati jamuan makan siang yang autentik. Mengusung konsep makan bedulang, tradisi makan bersama yang menjadi ciri khas masyarakat setempat, pengelola menyajikan menu-menu warisan leluhur yang kaya akan cita rasa lokal.
Suasana makan siang terasa begitu intim. Sembari mencicipi hidangan, pengelola rumah adat, Rahman, dengan antusias membedah filosofi di balik setiap menu yang tersaji.
Bagi para peserta, ini bukan sekadar makan siang, melainkan sebuah sesi berbagi cerita yang mendekatkan pengunjung dengan kearifan lokal masyarakat Mapur.
Usai santap siang, penjelajahan berlanjut ke area galeri. Di sini, pengunjung diajak melihat lebih dekat arsitektur rumah adat yang masih terjaga keasliannya.
Tidak hanya menjadi penonton, rombongan juga diajak mempraktikkan langsung kearifan lokal, mulai dari proses menumbuk padi menjadi beras merah hingga keterampilan tangan membuat gelang khas.
"Banyak sekali yang bisa dipelajari di sini. Mulai dari kebiasaan adat istiadat yang ada disini, terus bagaimana bangunan rumah yang original seperti apa, terus bagaimana kita cara kita diajari membuat gelang terus menumbuk padi," ungkap Putri, perwakilan dari Kencana Wisata Batam yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bangka Belitung.
Keberhasilan kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi Putri, ia bertekad untuk kembali lagi di masa depan dengan membawa lebih banyak wisatawan.
"Harapan saya sih ke depan, mungkin bisa kedepannga nanti kita bisa bawa tamu kita dari kota mana pun kita bawa ke sini untuk mempelajari adat istiadat yang ada disini," ucapnya.
Rahman pengelola rumah adat Gebong Memarong berharap, kehadiran para tour guide dan pelaku wisata dalam Farm Trip ini dapat menjadi katalisator bagi kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka, khususnya ke Dusun Aik Abik.
Ia menegaskan, pihaknya terbuka bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman budaya ini setiap hari.
"Kalau kami berharap dengan adanya kegiatan ini, semoga kunjunhan paket-paket wisata ke rumah adat Gebong Memarong semakin ramai lagi," harap Rahman.
Bagi wisatawan yang tertarik merasakan pengalaman otentik di Rumah Adat Gebong Memarong, aksesnya cukup terjangkau hanya dengan tiket masuk Rp10 ribu per orang.
Informasi lebih lanjut terkait paket kunjungan maupun reservasi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @GebongMemorang.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)