BANGKAPOS.COM-- Setiap Muslim tentu mendambakan kehidupan yang dipenuhi ketaatan kepada Allah SWT.
Namun, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, godaan hawa nafsu dan bisikan setan sering kali membuat manusia terjerumus ke dalam perbuatan maksiat.
Islam mengajarkan bahwa salah satu cara terbaik untuk menjaga diri dari kemaksiatan adalah dengan memperbanyak doa, memohon ampunan, dan terus memperbarui taubat kepada Allah SWT.
Doa menjadi bentuk pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allah SWT yang mampu menguatkan hati agar tetap istiqamah dan dijauhkan dari segala bentuk dosa.
Berikut doa yang dapat diamalkan agar Allah SWT menjaga hati dari perbuatan maksiat.
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ وَدَوَامَهَا، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا، وَذَكِّرْنَا بِالْخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْنَا الْآنَ نَجَاةً مِنْهَا وَمِنَ التَّفَكُّرِ فِي طُرُقِهَا، وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالْكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا
Tulisan Latin
Allāhumma innā nas'alukat taubata wa dawāmahā, wa na'ūdzu bika minal ma'shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi minka qabla hujūmi khatharātihā, wahmilnā al-āna najātan minhā wa minat tafakkuri fī thuruqihā, wamhu min qulūbinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama'i limā huwa bi dhiddihā.
Artinya
"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu taubat beserta keteguhannya. Kami berlindung kepada-Mu dari maksiat dan segala sebab yang mengantarkannya. Ingatkanlah kami untuk selalu takut kepada-Mu sebelum godaan maksiat datang. Selamatkan kami darinya serta dari segala pikiran yang mengarah kepadanya. Hilangkanlah rasa nikmat terhadap maksiat dari hati kami, lalu gantikan dengan rasa benci terhadapnya dan kecintaan kepada ketaatan."
Doa tersebut mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan hati yang selalu mencintai kebaikan, menjauhkan sebab-sebab kemaksiatan, sekaligus menguatkan seseorang agar tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.
Selain doa di atas, sejumlah ulama juga mewariskan doa-doa yang sering diamalkan untuk memohon perlindungan dari hawa nafsu dan kemaksiatan.
1. Doa Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi
Arab
اللَّهُمَّ حَرِّمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ
Latin
Allahumma harrimni ladzdzata ma'shiyatik, warzuqni ladzdzata thā'atik.
Artinya
"Ya Allah, jauhkan aku dari kenikmatan bermaksiat kepada-Mu dan karuniakan kepadaku kenikmatan dalam menaati-Mu."
2. Doa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Arab
اللَّهُمَّ خَلِّصْنِي مِنْ أَثَرِ النَّفْسِ وَالشَّهَوَاتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin
Allahumma khallisni min atsarin nafsi was syahawāt, innaka 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya
"Ya Allah, bersihkanlah aku dari pengaruh hawa nafsu dan syahwat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
3. Doa Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki
Arab
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي
Latin
Allahummarhamnī bitarkil ma'āshi abadan mā abqaitanī.
Artinya
"Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu kepadaku dengan menjauhkan aku dari segala kemaksiatan selama Engkau masih memberiku kehidupan."
4. Doa Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi
Arab
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَتَدَارَكْنِي بِخَفِيِّ لُطْفِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin
Allahumma bā'id bainī wa baina ma'shiyatik, wa tadāraknī bikhafiyyi luthfika yā arhamar rāhimīn.
Artinya
"Ya Allah, jauhkanlah aku dari kemaksiatan kepada-Mu dan selamatkanlah aku dengan kelembutan kasih sayang-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang."
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah, Buya Yahya, dalam salah satu kajiannya mengingatkan bahwa sebesar apa pun dosa seorang hamba, pintu taubat tetap terbuka selama ia bersungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah SWT.
Menurutnya, seorang Muslim tidak boleh merasa dosanya terlalu besar hingga kehilangan harapan terhadap rahmat Allah.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa apabila seseorang kembali terjatuh dalam dosa setelah bertaubat, maka yang harus dilakukan adalah segera kembali memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan tekad untuk memperbaiki diri.
Selain memperbanyak istighfar, umat Islam juga dianjurkan menjaga salat, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, serta memilih lingkungan yang dapat membantu meningkatkan ketakwaan.
Dengan memperbanyak doa, memperbarui taubat, dan memohon pertolongan Allah SWT setiap hari, seorang Muslim diharapkan mampu menjaga hati dari kemaksiatan, memperbanyak amal saleh, serta meraih akhir kehidupan yang husnul khatimah.(*)
(Bangkapos.com/Zulkodri)