BANGKAPOS.COM - Kekuatan kedalaman skuad Norwegia bakal menjadi faktor krusial sekaligus pembeda saat menantang Inggris dalam laga hidup-mati memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
Pertandingan sengit yang akan digelar pada Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB di Stadion Hard Rock, Florida, ini merupakan panggung pembuktian bagi The Three Lions untuk mendekatkan diri pada trofi perdana mereka.
Menghadapi Norwegia, armada besutan Thomas Tuchel sebenarnya di atas kertas lebih diuntungkan karena memiliki komposisi pemain yang jauh lebih merata dan berkualitas dibanding sang lawan.
Komposisi materi tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026 memang dinilai sangat mewah serta seimbang, hingga menjadikannya salah satu skuad termahal di turnamen ini dengan nilai pasar menembus lebih dari 1,31 miliar euro.
Sederet bintang pengisi skuad tersebut di antaranya adalah Jordan Pickford, John Stones, Reece James, Declan Rice, Jude Bellingham, Harry Kane, Bukayo Saka, Marcus Rashford, hingga Anthony Gordon.
Thomas Tuchel bahkan mengambil keputusan berani dengan mencoret nama-nama besar seperti Phil Foden, Cole Palmer, Harry Maguire, dan Trent Alexander-Arnold demi meredam ego bintang sekaligus membangun kedalaman tim yang fungsional.
"Inggris mungkin kemarin sempat kehilangan Declan Rice, tetapi mereka punya pemain-pemain lain yang bisa mengisi posisi tersebut karena kedalaman skuad mereka, terutama di lini depan, sangat luar biasa," ujar wasit asal Kota Pangkalpinang, Triady, dalam Podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal.
Sebaliknya di kubu Norwegia, praktis hanya ada dua nama besar yang menjadi pilar utama, yakni sang kreator Martin Odegaard dan sang predator kotak penalti Erling Haaland.
"Jika kita bicara tentang Norwegia, kekuatan mereka hanya berpusat pada Haaland dan Odegaard, di mana setiap Odegaard memegang bola, tujuannya pasti Haaland, sehingga alur serangan itu sangat mudah dibaca dan jika Odegaard dimatikan, maka permainan Norwegia akan hilang," beber Triady.
Kendati demikian, benteng pertahanan Inggris tetap wajib siaga penuh mengantisipasi keganasan Erling Haaland jika tidak ingin bernasib tragis seperti Brasil yang sudah tersingkir.
Koleksi tujuh gol yang telah dilesakkan Haaland pada debut Piala Dunianya ini harus menjadi alarm bahaya bagi lini belakang lawan agar tidak terdepak lebih awal.
"Haaland sangat mematikan di dalam kotak penalti tanpa memerlukan banyak pergerakan, sehingga dia bisa menghemat tenaga untuk duel di lini pertahanan terakhir dan langsung mengeksekusi bola menjadi gol," jelasnya.
Berbekal analisis kedalaman materi pemain tersebut, Triady memprediksi langkah Inggris akan mulus untuk menantang Argentina atau Swiss di babak semifinal Piala Dunia 2026.
"Jika pertandingan selesai dalam waktu normal, Inggris kemungkinan menang tipis 2-1 atau 1-0, namun jika laga berlanjut hingga adu penalti, Norwegia punya peluang besar untuk lolos," pungkasnya. (bangkapos.com/ Rizky Irianda Pahlevy)